Hafisz Tohir : Harga Rumah Harus Ditekan

 139 total views,  2 views today

Achmad Hafisz Tohir,

Achmad Hafisz Tohir,

PALEMBANG – Harga rumah setiap tahunnya, kini terus melambung. Padahal di Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri, masih banyak warga yang belum memiliki rumah. Karenanya menurut calon anggota (Caleg) DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumsel I, Achmad Hafisz Tohir, pemerintah harus menekan tingginya harga kepemilikan rumah saat ini.

Dengan kondisi saat ini menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, masyarakat akan kesulitan untuk bisa memiliki rumah.  Hafisz menyebut, berdasarkan data Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Apersi, ada 24 persen dari jumlah penduduk di Palembang belum memiliki rumah.

“Ada sekitar 100 ribu jiwa penduduk Palembang, belum memiliki rumah. Mereka mayoritas, adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sementara di Sumsel,  ada sekitar 500 ribu kepala keluarga (KK) yang tidak memiliki rumah,” kata Hafisz ketika dibincangi dalam diskusi di media center DPRD Sumsel, kemarin.

Menurut Hafisz, harga rumah tinggi disebabkan oleh dua faktor. Pertama semakin melonjaknya harga bahan bangunan yangg tinggi, diantaranya semen, kayu, besi dan sebagainya.

Penyebab kedua tingginya harga rumah sebutnya, dikarenakan biaya-biaya yang secara tidak langsung yang dibebankan kepada pengembang perumahan. “Misalnya, tingginya pajak yang harus dikeluarkan pengembang perumahan menyebabkan biaya jual rumah juga membengkak. Belum lagi, biaya-biaya lain seperti biaya supervisi dan lainnya,” bebernya.

Menurutnya dia, solusi yang tepat untuk mendorong agar harga hunian rumah murah terjangkau bagi masyarakat adalah dengan menghapuskan beban pajak, khususnya bagi rumah sederhana.

Selain itu sambungnya, izin pembangunan untuk perumahan sederhana dipermudah sehingga bisa membebankan pengusaha. Dengan begitu, akan berimbas dengan terjangkaunya biaya rumah sederhana. “Selain itu, mestinya para proferty untuk lebih memilih produk dalam negeri, untuk membangun sebuah proyek perumahan,” ujarnya.

Pemerintah pun sambungnya, juga harus mensubsidi bunga bank untuk kredit kepemilikan rumah. Jika tiga hal itu berjalan, ia yakin maka harga rumah di Indonesia khusunya rumah sederhana bisa dijangkau oleh masyarakat menengah kebawah.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster