Bagi Angkutan Batubara Membandel, Diancam Denda Rp 24 Juta Perpelanggaran

 156 total views,  4 views today

Truk Pengangkut Batubara

Truk Pengangkut Batubara

PALEMBANG – Masih membangkangnya sejumlah transportir batubara, yang nekat melintasi ruas jalan negara di sejumlah kabupaten/kota, menjadi pekerjaan rumah (PR), yang harus segera diselesaikan.

Tindakan tilang yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan (Sumsel), dinilai belum maksimal dan belum memberikan efek jera, baik dari pengusaha maupun transportir batubara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya mengaku, hampir setiap bulan pihaknya rutin menggelar razia truk-truk muatan batubara yang diduga menyalahi aturan tersebut. Truk-truk ini dinilai bandel, lantaran tetap  melintas di luar jalan yang telah ditetapkan.

Menurut Musni, hasil razia tertinggi yang pernah dilakukan pihaknya terjadi pada November lalu. Dibulan tersebut, sebanyak 703 angkutan batubara, berhasil dijaring dalam setiap razia yang digelar di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel.

Sanksinya sebut dia selama ini, hanyalah surat tilang dan tindakan secara kedisiplinan. Kendati demikian, pemberian surat tilang ini, dirasakannya belum memberikan efek jera kepada para pelanggar.

Kemungkinan hal tersebut jelasnya disebabkan biaya tilangnya yang masih meringankan para pengemudi truk tersebut. “Kita usulkan kepada pengadilan, untuk memberlakukan denda maksimal. Sayangnya, hingga saat ini, sanksi tersebut belum berjalan,” ucap Musni yang dibincangi di Pemprov Sumsel, Rabu (19/2).

Menurutnya, pemberlakukan denda maksimal itu berkisar Rp 24 juta, untuk satu kali pelanggaran per satu kendaraan.  Meski demikan, Musni memprediksi tanpa dikenakan denda maksimal sebesar itu, para pelanggar sudah akan jera.

“Kita contohkan, kalau mereka kena denda tilang Rp 5 juta saja, itu sudah terlalu berat untuk mereka. Saya yakin, mereka akan berpikir ulang kembali untuk melintas di jalan umum,” ujar Musni.

Musni mengakui, penertiban truk angkutan batubara ini pun selalu kucing-kucing. Saat akan di razia, mereka justru tidak beroperasi. Bahkan, agar angkutan batubara lancar, mereka bergerak dan melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada malam hari.

Ia menilai, aksi kucing-kucingan tersebut masih terjadi, lantaran aktor jalan khusus angkutan batubara sampai sekarang ini belum selesai. “Ibarat buah simalakama, jalan khusus untuk mereka belum juga selesai,” katanya.

Pengelola pembangunan jalan khusus batubara yang dulu dipegang PT Servo, sudah menyerahkan kelanjutan jalan tersebut ke PT Titan. “Kita mendapatkan laporan, jika Mei mendatang, jalur tersebut sudah bisa dilalui dan operasional,” bebernya.

Menurutnya, jalan khusus itu belum selesai, tentu tidak bisa untuk selalu menyalahkan angkutan batubara sepenuhnya. “Kalau jalan itu sudah selesai, tidak bisa kita tolerir lagi mereka yang kucing-kucingan begerak malam hari,” tegasnya.

Secara keseluruhan, untuk mengatasi hal-hal tersebut, pihaknya sudah minta secara tertulis untuk menghimbau perusahaan supaya tidak melintas di jalanan umum. Lalu kemudian secara konkritnya, pihaknya sudah membentuk tim terpadu yang didampingi oleh dari pihak kepolisian, TNI, POM serta Dishub kabupaten kota yang bersangkutan.

Pernyataan yang dilontarkan Musni memang cukup beralasan. Hingga saat ini, lalu lintas angkutan truk muatan batubara masih kerap terlihat melintasi ruas jalinsum, di tiga kabupaten mulai dari Lahat, Muaraenim, hingga Prabumulih.

Iring-iringan kendaraan hingga lebih dari lima truk kerap kali memicu kemacetan lalulintas. Tak hanya itu, banyaknya sisa-sisa batubara, baik yang jatuh dari truk ataupun pengurangan muatan, juga menimbulkan resiko kecelakaan, khususnya kendaraan bermotor.

“Kami terpaksa melintasi jalan umum. Jalan khusus batubara, hingga saat ini belum bisa dilalui. Bahkan, kalau musim hujan, ada beberapa titik jalan yang banjir. Sulit dilalui kendaraan,” ujar Suprianto, salah satu sopir truk pengangkut batubara.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster