Terkait Matinya 300 ton ikan, Dinas Perikanan Kirim Sampel ke Balai Riset

 287 total views,  2 views today

Sample Ikan yang Mati Beberapa waktu lalu

Sample Ikan yang Mati Beberapa waktu lalu

INDERALAYA – Ribuan ikan jenis Nila dan Baung ditemukan mati di dalam puluhan keramba di perairan Sungai Kelekar,  Tanjung Raya, Kelurahan Inderalaya Raya, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Guna memastikan penyebab matianya ribuan ikan tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab OI telah mengirim sample ke Balai Riset Standarisasi dan Industri di Palembang.

“Kita sudah mengirim sampelnya ke Balai Riset Standarisasi dan Industri di Palembang, mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya sudah diketahui,’’ ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab OI Badrul Jamali, Selasa (18/2)

Badrul Jamali menambahkan, dengan dikirimnya sampel tersebut, tentu bisa diketahui  seperti kadar amoniak, nutrit, total nitrogen dan kandungan logam berat. ”Inilah yang kita perlu ketahui dari hasil sampel nanti, sehingga nantinya kita bisa mengambil langkah selanjutnya,’’ ujarnya.

Memang, katanya, untuk hasil sementara penyebab matinya ikan tersebut, PH dan DO (Oksigen terlarut), dimana PH 4 sampai dengan 4,5, sedangkan standar normal 6,5 sampai dengan 7,5 sedangkan DO nya 2 sedangkan standarnya harus 6.

’’Biasanya kalau ikan mati akibat dari PH nya rendah, biasanya hanya mencapai 20 persen, tapi ini justru hampir seluruhnya mati, sehingga kemungkinan ada factor lainnya, makanya kita lakukan pengirimamn sampel ke riset,’’ tuturnya.

Bahkan kedepan rencananya, Dinas Perikanan akan melakukan sampling dari hulu sampai ke hilir pada kawasan Sungai Kelekar dan sekitarnya. Sebab, informasi didapat di daerah kawasan hulu ada pabrik CPO yang berada diwilayah Kabupaten Muara Enim yakni di Desa Talang Taling.

“Kita berharap Pabrik CPO itu bukan penyebab matinya ikan tersebut akibat limbahnya , namun kalau memang benar, tentu ceritanya lainnya, harus kita selesaikan, sebab ini bakal berdampak matinya usaha budidaya ikan di Kabupaten Ogan Ilir,’’ tegasnya.

 

TEKS       : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster