Sumsel Bersiaga Hingga Maret

 130 total views,  2 views today

– Banjir dan Tanah Longsor

PALEMBANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan bahwa Sumsel Siaga banjir dan tanah longsor, hingga Maret mendatang. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, H Yulizar Dinoto SH saat dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

Yulizar mengatakan, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sumsel memasuki musim penghujan hingga Maret mendatang. “Atas dasar itulah kita siaga banjir dan tanah longsor hingga 20 Maret nanti,” katanya.

Ia menyebut pada Januari 2014 ini, kasus bencana yang terjadi di Sumsel berjumlah 31 kasus baik bencana banjir, kebakaran, tanah longsor, puting beliung, dan kecelakaan kapal. “Adapun kejadian bencana yang mendominasi pada januari 2014 ini adalah bencana banjir dengan jumlah kejadian sebanyak 18 kejadian, disusul bencana kebakaran dengan 5 kejadian, 4 bencana tanah longsor, 2 bencana tanah longsor dan 2 kecelakaan kapal,” ujar Yulizar.

Yulizar mengungkapkan, meskipun kejadian bencana banjir di Provinsi Sumsel tergolong tinggi pada Januari 2014 ini. Namun untuk kondisi hujan di Sumsel tidak terlalu ekstrem atau tidak perlu dikhawatirkan. “Kita tetap selalu siap siaga dan juga selalu berkoordinasi dengan para BPBD yang ada di daerah masing-masing,” ujar Yulizar.

Berdasarkan data yang dimilikki BPBD sebutnya, 18 kejadian bencana banjir yang terjadi di Januari tahun ini yaitu di Kota Palembang, Prabumulih, Ogan Ilir, Muara Enim, Empat Lawang, Musi Rawas,  Musi Banyuasin,  OKU Timur, PALI, dan Muratara. Di kabupaten dan kota tersebut, mengalami satu kali banjir. “Sedangkan untuk Kabupaten Banyuasin, mengalami bencana banjir dua kejadian, untuk OKI dan OKU mengalami bencana banjir masing-masing 3 kejadian,” jelas Yulizar.

Kepala Bidang (Kabid) Bencana BPBD Provinsi Sumsel, Iriansyah menambahkan, untuk jumlah bencana pada tahun 2013 yang lalu sebanyak 219 kejadian bencana dengan rincian bencana kebakaran 107 kejadian, banjir 44 kejadian, puting beliung 31 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, banjir badang 6 kejadian, kecelakaan kapal 4 kejadian dan 2 kejadian lain-lain.

“Adapun daerah yang paling mendominasi kejadian bencana yaitu kota palembang dengan jumlah kejadian bencana 32 kejadian, pagar alam dengan jumlah bencana 27 kejadian dan muara enim dengan kejadian bencana 18 kejadian,” ucapnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster