Sidang Investasi Bodong Hadirkan Dua Saksi

 295 total views,  2 views today

PALEMBANG-Sidang terdakwa Investasi bodong, yang merugikan nasabah hingga Rp 8 Triliun kembali digelar. Faisol Muslim (35), yang merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Fatriyal Member (FM) turut dihadirkan dipersidangan dan dua orang saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dahasril SH mengadirkan dua nasabah PT Fatriyal Member yang menjadi korban terdakwa. Mereka yakni Herman (66) dan M Hanis (48) yang keduanya merupakan warga perumahan PHDM XII kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Dalam persidangan tersebut, saksi Herman mengatakan, dirinya ikut menanamkan modal ke PT FM lantaran dijanjikan mendapatkan bagi hasil 6 persen perbulan dari modal yang ditanamkannya.

“Awalnya saya tahu dan berniat menanamkan investasi di PT FM itu dari Hanis yang merupakan tetangga saya. Kemudian saya diperkenalkan kepada Lia Oktarina yang merupakan agen dari terdakwa Faisol,” katanya.

Diceritakanya,  pada 8 Maret 2012 lalu dirinya telah menanamkan uang ke PT FM sebesar Rp 20 juta  dikirimkan melalui tranfer ke rekening terdakwa Faisol.

“Lia saat itu memberikan nomor rekening PT FM tak lain merupakan milik Faisol. Setelah saya mentranfer uang itu Lia menjanjikan bulan depan saya telah mendapatkan bagi hasil  6 persen atau Rp 1,2 juta masuk kedalam rekening tabungan saya,” ungkapnya.

Sambungnya,  belum sempat menerima bagi hasil, agen terdakwa Lia menghubunginya dan mengatakan PT FM  valid jadi tidak bisa memberikan bagi hasil.

“Lia menyampaikan kepada saya, Faisol tidak tahu kemana lagi, PT FM tutup. Ternyata Faisol hanya janji-janji belaka dan hingga sekrang saya tidak mendapatkan keuntungan dari investasi itu, bahkan uang saya Rp 20 juta pun tidak dikembalikannya,” tandasnya.

Ditambahakan saksi  Hanis, dirinya telah lama mengenal Lia yang merupakan agen Faisol. Bahkan Hanis mengakui jika dirinya menjadi nasabah di PT FM dijembatani oleh Lia.

“Sekitar tahun 2011 lalu, saya menyetorkan uang melalui  rekening terdakwa Faisol sebesar Rp 60 juta. Memang 4 kali saya telah menerima Rp 3,6 juta dari 6 persen yang dijanjikan. Namun, setelah itu tidak lagi bahkan uang saya yang telah masuk tidak dikembalikan,” jelasnya.

Diakuinya jika dirinya tertaik menanamkan modal lantaran terbuai  janji terdakwa sebesar 6 persen. Dirinya pun membantu saksi Herman yang tak lain merupakan tetangganya.

“Setelah mendengarkan penjelasan dari agen terdakwa yakni Lia hingga membuat saya berniat ikut bergabung di  PT FM,  hingga membuat saksi Herman tetangga saya akhirnya ikut berinvestasi. Setelah saya tidak menerima bagi hasil 6 persen itu saya dan Herman terus berusaha untuk menagih kepada Faisol melalui Lia namun kata mereka saat itu masih dalam proses, alhasil hingga saat ini uang kami tidak juga kembali,” tandasnya.

Mendengarkan penjelasan saksi saksi, Majelis Hakim yang diketuai oleh Nirmala SH MH mengutarakan, sidang akan dilanjutkan pada pekan depan.

“Dengan ini sidang akan kita lanjutkan Minggu depan dengan mendengarkan  keterangan saksi,” katanya.

Sementara seusai persidangan Wawan Aroni, kuasa hukum terdakwa mengungkapkan, jika terdakwa telah melakukan upaya untuk mengembalikan uang nasabahnya. Dan setiap nasabah sebelum menanamkan modalnua itu ada perjanjian, menurutnya suatu bentuk kerjasama itu pasti ada resikonya baik untung mau pun rugi.

“Dari semuan nasabah itu ada yang telah dikembalikan, namun wajar jika masih ada yang merasa dirugikan karena belum semua nasabah uang nya dikembalikan. Tapi klien kami itu telah berupaya untuk mengembalikanya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam persidangan sebelumnya JPU menjerat terdakwa Faisol dengan pasal berlapis. yakni pasal 378 KUHP, pasal 379 KUHP, pasal 372 KUHP, dan pasal 374 KUHP.

Terungkapnya kasus penipuan yang dilakukan oleh PT Fatriyyal Member

dengan modus investasi bodong yang telah meraup dana masyarakat 6 hingga 8 triliun. Bisnis yang bergerak disemua bidang yang akhirnya menipu banyak masyarakat yang telah menanamnkan modalnya di PT tersebut.

Setelah diketahui tidak pernah lagi membayar bagi hasil kepada nasabahnya hingga para nasabah melakukan penjarahan teerhadap aset yang ada di rumahnya yang berada di komplek Parameswara Regency Bukit Besar IB I Palembang beberapa waktu lalu.

Faisol ditangkap petugas Reskrium Subdit I Kamneg (Keamanan Negara) Polda Sumsel di salah satu kawasan di Jakarta, Jumat (22/11) silam, setelah sempat menjadi buronan Polisi.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster