Satu TPS Dianggarkan Rp 500 Ribu

 243 total views,  2 views today

 

PALEMBANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang menganggarkan dana sebesar Rp 500 ribu per Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dana tersebut, digunakan untuk biaya operasional TPS mulai dari pembangunan hingga biaya lain-lain.

“Satu TPS, kita anggaran sebesar Rp 500 ribu. Danannya, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” kata Komisioner KPU Kota Palembang, Devi Yulianti ketika dibincangi, kemarin.

Menurut Devi, KPU mengeluarkan dana tersebut dari APBN untuk seluruh total TPS sebanyak 3.394 buah yang tersebar di 107 kelurahan di Kota Palembang, sehingga total untuk TPS tersebut sebesar Rp 1.697.000.000.

Ditambahkan Devi dana yang dianggarkan tersebut, diberi keleluasaan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), untuk mengelola dana tersebut. “Silahkan mau menyewa atau pun mau menggunakan peralatan sendiri. Kita serahkan kepada TPS yang bersangkutan,” ujar Devi.

Devi menambahkan, pihaknya juga tidak mengharuskan petugas KPPS untuk menggunakan pakaian seragam atau adat yang merangsang masyarakat datang ke TPS. “Itu merupakan inisiatif petugas KPPS, jika ada pihak yang ingin menyumbang pembangunan KPPS agar lebih menarik tidak masalah, asalkan netralitas dan Jurdil tetap terjaga,” ungkapnya.

Komisioner KPU Palembang, Firamon Syakti menambahkan, selain untuk anggaran TPS, KPU juga menganggarkan honor untuk anggota KPPS di setiap TPS. Di setiap TPS jelas Firamon, ada tujuh petugas KPPS.

“Honornya, untuk Ketua KPPS sebesar Rp 400 ribu. Sedangkan untuk anggota KPPS Rp 350 ribu.  Kita juga menganggarkan dana untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilihan umum 2014 ini,” jelasnya.

“Ada 401 orang anggota PPK dan PPS yang tersebar di 16 kecamatan di Palembang. Setiap Ketua PPK akan diberikan honor Rp1,25 juta per bulan dan anggota mendapat Rp 1 juta per bulan. Sedangkan Ketua PPS menerima honor Rp 500 ribu per bulan dan anggota PPS menerima honor Rp 450 ribu per bulan, yang berlaku selama 10 bulan,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster