Izin Pasar Modern Harus Dibatasi

 654 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Keberadaan pasar retail modern seperi Alfamart dan Indomaret di Kota Palembang, dinilai secara tidak langsung sudah membunuh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pedagang kecil yang dibincangi Kabar Sumatera, Selasa (18/2), meminta pemerintah membatasi izin kepada pasar retail modern tersebut.

Muniroh (46), salah satu pedagang manisan di kawasan Kertapati mengaku, keberadaan pasar retail modern sepertiAlfamart dan Indomaret menyebabkan matinya usaha rumahan. Karena menurutnya, Indomaret dan Alfamart tersebut bisa menjual barang yang sama, dengan harga lebih murah.

“Barang yang mereka beli kan lebih banyak, barang yang mereka dapat langsung dari distributor. Sementara usaha seperti saya, hanya membeli barang dagangan dari agen kecil, pastilah Indomaret dan Alfamart bisa menurunkan harga,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Roni. Ia menyebut, pertumbuhan pasar retail modern sepertu Indomaret dan Alfamart sangat tinggi, bahkan ada yang bersebelahan. Menurutnya, seharusnya pemerintah dapatk membatasi izin Indomaret dan Alfamart. “Karena jika semua ini terus dibiarkan, UMKM pasti akan mati dengan sendirinya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah lamban dalam mengatasi permasalahan seperti ini, karena sekarang, Indomaret dan Alfamart sudah memasuki pelosok-pelosok. Kalau di tengah kota ataupun di jalan-jalan protokol, tidak masalah.

“Persaingan tersebut sangat tidak sesuai, kami harapkan pemerintah dapat mengatasi masalah tersebut, kalau bisa jangan lagi keluarkan izin usaha tersebut di lingkungan warga,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Syahrul Hefni mengatakan,  keberadaan pasar retail modern tersebut sebenarnya sudah diatur dari Kementrian Perdagangan.

Dalam aturan tersebut jelasnya, sudah ada pembatasan izin. Jarak antar satu usaha pun harus berjauhan.  “Saya tidak tahu pastinya, tapi dikaji sesuai dengan kebutuhan, dan untuk waktu operasionalnya tergantung pada izin yang dibuat,”katanya.

Ditanya soal kuota Indomaret dan Alfamart di Kota Palembang, Syahrul mengaku tidak memakai kuota, yang jelas harus ada persetujuan wali kota. “Saya tidak tau, itu ditetapkan wali kota,” tukasnya.

 

TEKS               : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR           : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster