Ishak Idrus: “Saya Tidak Terlibat Sedikitpun”

 266 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Mantan Camat Sungai Menang, Ishak Idrus yang kini dipromosikan menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI membantah jika ia terlibat praktik ‘kotor’ memperjualbelikan lokasi transmigrasi SP 7 Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang. Juga dia membantah tidak mengetahui adanya lahan transmigrasi yang diperjualbelikan.

“Saya tidak tahu, kalau memang terjadi saya tidak terlibat sedikitpun, apalagi kecipratan dana tersebut,” tegas Ishak Idrus, Selasa (18/2).

Menurutnya, tugas dia selama penempatan telah menandatangani SP6 sebanyak 90 berkas. Salah satu persyaratan ditempatkannya para peserta transmigrasi yang lebih dulu ditandatangani kades setempat, kemudian berkas tersebut dia serahkan ke Kabid Penempatan Transmigrasi, Ir Pria Utama yang disaksikan dua orang warga.

“Habis itu saya lepas tangan dan tanggung jawab saya selesai. Jadi, tidak mungkin saya terlibat dalam menjual belikannya,” ucapnya.

Mantan Kepala Sekretariat Korpri Setda OKI era kepemimpinan Ishak Mekki ini, tak menapik bila hal-hal seperti ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan melakukan pungutan terhadap peserta.

“Transmigrasi ini peminat banyak, sementara pesertanya terbatas, jadi kesempatan oknum untuk menjaring peserta dengan meminta imbalan agar mereka bisa menjadi peserta, hal ini hampir terjadi di sejumlah lokasi transmigrasi, namun sayangnya praktik ini sulit dibuktikan,” ungkap Ishak.

Selanjutnya ia merasa prihatin bila hal ini benar terjadi, karena mengacu peraturan tidak boleh ada pungutan.

“Ini kan program nasional yang harus disukseskan,” cetusnya.

Pemberitaan sebelumnya menyebutkan Mantan Camat Sungai Menang tersebut terlibat dalam praktik kotor memperjualbeli lahan transmigrasi berkisar Rp 15 – Rp 25 juta. Hal ini diungkapkan anggota LSM Transparasi Akuntabilitas Publik yang telah melaporkan kasus ini ke Mapolres OKI. Selain Ishak Idrus yang terlibat dalam kasus ini, juga melibatkan sejumlah perangkat desa Gajah Mati.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster