Beras Sumsel Dikirim ke Jawa

 251 total views,  2 views today

Ilustrasi Gudang Beras | Net

Ilustrasi Gudang Beras | Dok KS

PALEMBANG – Bencana alam yang terjadi beberapa bulan terakhir di pulau Jawa berdampak pada persedian beras di daerah tersebut. Oleh sebab itu, saat ini sekitar 6.000 ton beras dari Sumsel dikirim ke Pulau Jawa setiap harinya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bulog Divre III, Bambang Napitapulu di sela-sela acara sosilisasi raskin 2014. Dia mengatakan, kuota raskin tahun ini sama seperti tahun 2013 yakni 75.524.220 kilogram dengan jumlah penerima 419.579 RTS.

Untuk pendistribusian pihaknya hanya bertanggung jawab sampai ke titik distribusikan ke kabupaten/kota. Setelah itu, untuk pendistribusian ke kecamatan atau desa itu menjadi tanggung jawab tim kordinasi kabupaten/kota.

”Jika pemerintah kabupaten/kota belum menganggarkan dana untuk biaya distribusi, maka biaya pengangkutan ditanggung secara swadaya oleh masyarakat. Tapi harus ada berita acara kesepakatan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, tahun ini pihaknya akan membangun satu gudang di sentra produksi beras yakni Belitang OKUT. Untuk kapasitas gudang tersebut sebanyak 1.000 ton beras. ”Kita sengaja membangun gudang di sentra produksi beras. Itu bertujuan untuk menyerap beras produksi petani setempat. Untuk saat ini kapasitas gudang beras kita baru bisa menyimpan beras sebanyak 81 ribu ton,”  jelasnya.

Ketika ditanya pengaruh banjir yang terjadi di Sumsel. Bambang mengungkapkan, banjir di Sumsel tidak berdampak pada produksi beras. Namun di Pulau Jawa, banjir menyebabkan gagal panen. ”Ini menyebabkan beras di Sumsel mengalir ke Pulau Jawa. Sehingga harga beras di Sumsel tinggi,” bebernya.

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak bisa membatasi atau melarang petani Sumsel menjual berasnya keluar Sumsel. Pasalnya, tidka ada regulasinya. ”Dengan tingginya harga jual dari petani, disisi lain petani diuntungkan. Walaupun beras dari Sumsel dikirim ke Pulau Jawa, tidak akan mempengaruhi stok beras, karena Sumsel surplus 1,5 juta ton,” terang Bambang.

Mengenai jumlah beras yang dikirim ke Pulau Jawa, dia menuturkan, jumlahnya untuk satu unit pengilingan beasr milik Bulog mencapai 1.000 ton beras perhari. ”Untuk di Sumsel kita memiliki 6 unit penggilangan beras,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki menambahkan, penyaluran raskin 2013 sudah teralisasi 100 persen. Untuk panyaluran raskin tahun ini sudha mencapai 10 persen. ”Kita undang pemerintah kabupaten/kota, agar segera menyalurkan raskin tepat waktu dan tepat sasaran. Karena penyaluran ini, bisa menstabilkan harga beras di pasaran,” tandasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster