55 % Cadangan CBM Ada di Muaraenim

 164 total views,  2 views today

Ilustrasi coalbed methane (CBM)

Ilustrasi coalbed methane (CBM)

MUARAENIM – Tidak hanya kaya akan batubara, ternyata Muaraenim pun kaya akan potensi coalbed methane (CBM). Cadangan CBM di Bumi Serasan Sekundang ini, berdasarkan data  Satuan Kerja Khusus (SKK) Minyak dan Gas (Migas), mencapai 55 persen dari potensi CDM di Indonesia.

CBM sendiri adalah gas alam dengan dominan gas metana dan disertai sedikit hidrokarbon lainnya, serta gas non-hidrokarbon dalam batubara sebagai hasil dari beberapa proses kimia dan fisika.

CBM sama seperti gas alam conventional, namun perbedaannya adalah CBM  berasosiasi dengan batubara sebagai source rock dan reservoir-nya. Sedangkan gas alam, walaupun sebagian ada yang bersumber dari batubara, diproduksikan dari reservoir pasir, gamping maupun rekahan batuan beku.

“Indonesia memiliki cadangan CBM sekitar 453,3 TCF atau nomor 6 di dunia. Dimana dari cadangan CBM di Indonesia itu, 55 persennya ada di Muaraenim,” kata Kepala SKK Migas ) Pewakilan Sumbagsel, Tirad Sambu Istiar yang dibincangi di sela-sela sosialiasi kegiatan pemboran eksplorasi gas metana batubara PT Pertamina Sumatera 7, Kabupaten Muaraenim, di Ruang Rapat Bappeda Muaraenim,  Selasa (18/2).

Ia menyebut, saat ini potensi CBM di Muaraenim itu mulai di eksplorasi. Saat ini, mulai dilakukan pengoboran tahap dua di tiga sumur CBM di Muaraenim yang berada di Desa Gunung Raja, Kecamatan Rambang Dangku dan Desa Lembak serta Desa Petanang, Kecamatan Lembak.

CBM ini jelas Tirad, bisa menjadi energi alternatif pengganti bahan bakar minyak kedepannya. Apalagi saat ini cadangan minyak Indonesia sebutnya, terus menurun. Kondisi ini diperparah dengan ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak, dimana 30 persen dari total konsumsi energi primer Indonesia masih bersumber dari minyak.

Sehingga untuk menutupi kebutuhan bahan bakar minyak ini, Indonesia harus mengimpor. Untuk itu kata dia, ketergantungan pada minyak akan segera dikurangi dan segera beralih ke sumber energi alternatif, seperti gas alam, gas non konvensional, dan energi baru terbarukan yang cadangannya di Indonesia masih sangat menjanjikan.

“Keberadaan CBM, bisa memberikan solusi agar kita lepas dari ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Apalagi CBM merupakan gas serbaguna, yang mampu memenuhi kebutuhan berbagai macam pasar dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu setengah dari harga minyak diesel,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar, merasa bangga dengan potensi CBM yang dimiliki Kabupaten Muaraenim. Ia berharap sebelum masa jabatannya selesai, yakni 5 tahun akan datang sudah dirasakan hasil dari potensi CBM.

“Namun dalam eksplorasi CBM ini, perusahaan yang melakukan eksplorasi CBM tersebut bisa memperhatikan potensi lokal, seperti bisa memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk diperbantukan di perusahaan,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster