Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Instruktur Senam

 559 total views,  2 views today

 

INDRALAYA-Setelah berhasil mengungkap identitas mayat wanita yang ditemukan tewas di pinggir Sungai Ogan, hanya dalam waktu 24jam, petugas Polres OI juga berhasil mengungkap pembunuh wanita yang berprofesi sebagai instruktur senam.

Hanya menggenakan celana pendek dan baju coklat, Dedi Albakri (51), pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Ogan Ilir, terlihat tertunduk lesu dan sesekali tatapan matanya kosong saat berada diruang riksa Satreskrim Polres OI, Senin (17/2), kemarin.

Warga Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Lorong Bukit Permata No 17 RT 05 RW 6 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan IB 1 Palembang, ditangkap petugas Reskrim Polres OI karena diduga terlibat kasus pembunuhan terhadap instruktur senam, Rita (39), warga Perum Bakti Guna Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Ogan, Kecamatan Lubuk Keliat, Sabtu lalu.

Terungkapnya kasus pembunuhan itu setelah Polres OI bersama Polsek Tanjung Batu secara maraton melakukan penyelidikan dan keterangan para saksi.

Hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian, dugaan sementara Dedi adalah pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut. Diduga korban dan pelaku memiliki affair (hubungan gelap- red), yang hampir berjalan 2tahun.

Hubungan terlarangpun yang berbuntut pada aksi pembunuhan. Bahkan pelaku emosi membunuh setelah terdesak dipaksa untuk membelikan korban mobil.

Informasi yang dihimpun baik dari pelaku maupun dari kepolisian, pada Jumat (14/2) lalu, pelaku usai mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan KPU OI di RM Sederhana Inderalaya, sekitar pukul 16.00 WIB menjemput  korban di SPBU Inderalaya dengan mobil dinasnya dengan tujuan Desa Tanabang, Kecamatan Muara Kuang.

Selama diperjalanan, keduanya terlibat adu mulut. Hal itu berawal dari kecemburuan korban. Selama perjalanan korban Rita sempat memukul dan mendesak pelaku Dedi untuk membelikannya sebuah mobil.

Akibat emosi yang memuncak dan adanya ancaman korban untuk membuka hubungan gelap tersebut, diduga kuat membuat Dedi gelap mata dan mengambil kunci roda yang berada dalam mobil.

Pelaku Dedi langsung memukul kepala bagian belakang hingga mengeluarkan darah segar. Lantaran panik, tersangka Dedi akhirnya membuang mayat korban yang menggunakan baju bermotif bunga dan celana jins hitam  sekitar pukul 21.00 WIB di Sungai Ogan, Desa Bantian, Kecamatan Lubuk Keliat.

Sabtu  pukul 03.00 WIB, dinihari korbanpun ditemukan mengapung oleh nelayan yang hendak menjala ikan.

Berdasarkan bukti dan saksi yang kuat, akhirnya Senin (17/2), sekitar pukul 02.00 WIB, dinihari, tersangkapun ditangkap di rumahnya saat tengah tidur. Petugas juga mengamankan mobil dinas pelaku kunci roda untuk memukul, dongkrak, 2unit hp.

“Saya janjian dengan dia (Rita-red). Saat diperjalanan ada cekcok mulut. Kami tidak ada hubungan apapun, saya mengenalnya karena beberapa tahun lalu pernah menjadi pendamping guru senam di KPU OI,” kata tersangka Dedi.

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kanitreskrim Polres OI AKP Suhardiman dan Kanit Pidum Ipda Marwan, membenarkan pihaknya sudah menetapkan dan mengamankan Sekretaris KPU OI H Dedi Albakri sebagai pelaku tunggal dalam kasus tersebut, selain itu ia juga membenarkan jika keduanya memiliki affair.

“Ya, kita dapat info penemuan mayat, langsung kita ke lokasi dan olah TKP. Polres OI dan Polsek tanjung Batu secara marathon melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saki. Akhinya mengarah pada Dedi yang menjabat sebagai Sekretaris KPU OI. Saat ini sudah kita amankan,” kata kapolres.

Suami korban Amrullah (41) mengaku sangat terpukul atas kematian istrinya ini dan berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya bahkan hukuman mati. Saat ini Amrullah harus sendirian mengurusi ketiga anaknya yang masih duduk dibangku sekolah yakni Imam (17), Hairunnisa (15), dan Adam (12).

Pria yang sehari-harinya sebagai seorang guru SMPN 2 di Desa Tulung Selapan Kabupaten OKI ini sempat tidak percaya atas kematian istrinya, bahkan ia tidak mempunyai firasat apapun sebelum kepergian istrinya untuk selamanya.

Terpisah, Ketua KPU OI Annahrir didampingi  Anggota KPU OI Bidang Hukum Amrah Muslimin menegaskan jika Sekretaris KPU OI ditetapkan sebagai tersangka dirinya langsung menonaktifkan Dedi Albakri  dari jabatannya, untuk kemudian menunjuk Plt guna melaksanakan tugas sebagai sekretaris

“Ya, kami sangat shock dengan kejadian ini dan bahkan tidak percaya. Kita serahkan persoalan tersebut kepada Polres OI. Kami tegaskan jika permasalahan pidana umum yang menyangkut nama sekretaris kpu ini tidak akan mengganggu jalannya pemilu April mendatang dan kita segera menunjuk Plt untuk mengisi kekosongan sekretaris. Setelah itu kita akan mengajukan kembali calon sekretaris KPU definitif kepada bupati OI, sehingga kami yakin pelaksanaan pileg tidak akan terkendala,” ujar Annahrir.

 

Teks       : Junaedi Abdillah

Editor     : Imron Supriyadi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster