Indomaret Terancam Ditutup

 326 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG-Tindakan PT Indomaret, yang menahan ijazah karyawannya, dikecam keras oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang. Pasar modern tersebut Terancam ditutup, jika tidak segera kembalikan ijazah karyawannya.

“Kami tegaskan, pihak Indomaret harus segera mengembalikan ijazah karyawan maupun mantan karyawan yang ijazahnya masih ditahan, ini sudah menyalahi aturan,” ungkap ketua Komisi II DPRD Kota Palembang, Aidil Adhari, usai melakukan pertemuan dengan pihak Indomaret, Senin (17/2).

Menurut Aidil, berdasarkan laporan dari masyarakat, Indomaret menahan ijazah karyawannya sebagai jaminan. Kata Aidil, tentu hal tersebut menyalahi aturan. “Kami beri waktu pihak Indomaret 1-2 hari kedepan, untuk membuat pengumuman melaui media masa untuk pengembalian ijazah karyawan yang mereka tahan,” katanya.

Sambungnya, jika pihak Indomaret tidak melakukan sesuai perintah, maka kata Aidil, DPRD kota Palembang akan segera mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menutup Indomaret di metropolis.

“Kita akan awasi terus, sampai mereka mengembalikan ijazah yang sudah mereka tahan,” tegasnya.

Aidil menambahkan, berdasarkan laporan dari pihak indomaret ke DPRD Kota Palembang, jumlah outlet Indomaret sebanyak 150. Sementara karyawannya berjumlah 4.000 orang. “Angka rersebut cukup banyak, jika semua karyawan ditahan Ijazahnya, otomatis kesempatan karyawan tersebut mencari kerja yang lebih baik akan terhenti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang, Gunawan mengatakan, untuk mengikat antara pengusaha dengan pekerja tidak perlu dengan tindakan menahan ijazah asli.

Menurutnya cukup dengan perjanjian kerja saja dengan batas waktu yang ditentukan atau tidak ditentukan. “Jika ada keterikatan antara perusahaan dengan pekerja, maka disanalah adanya perjanjian kerja yang mengakibatkan adanya hubungan kerja,” ujarnya.

Gunawan menyebutkan, berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak ada aturan yang memboehkan perusahaan menahan ijazah karyawannya.

“Kalau kerja kontrak memang ada, kerja yang boleh dibuat berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan. Ijazah hanya digunakan saat melamar kerja di suatu perusahaan, dan hanya foto kopian saja. Jadi perusahaan yang melakukan penahanan ijazah seperti yang dilakukan pihak Indomaret merupakan kesalahan besar,” tegasnya.

Gunawan berharap, tidak ada lagi perusahaan yang menahan ijazah asli karyawan. Karena hal tersebut sudah tergolong melanggar hak asasi manusia (HAM). “Suatu manajemen perusahaan yang mengeluarkan surat kesepakatan kerja kepada karyawan harus, merujuk kepada UU,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR    : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster