Bupati Tidak Akan Beli Mobil Dinas

 372 total views,  2 views today

Salah satu warga menunjukkan kendaraan dinas baru untuk tiga asisten Setda Kabupaten PALI

Salah satu warga menunjukkan kendaraan dinas baru untuk tiga asisten Setda Kabupaten PALI

PALI – Meski memiliki kewenangan untuk mengelola Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD), bukan berarti Ir H Heri Amalindo MM akan membeli kendaraan dinas untuk dirinya. Ia justru lebih memilih menggunakan kendaraan biasa.

“Biarlah seperti ini, yang penting bisa jalan dan bertemu masyarakat,” ujar Heri kepada Kabar Sumatera diruang kerjanya, Senin (17/2).

Bagi mantan kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel ini, menggunakan kendaraan jenis Mistsubishi Pajero sudah cukup untuk menjelajahi wilayah Kabupaten PALI.

Kendaraan yang merupakan pemberian Gubernur Sumsel diawal pemerintahannya dianggap lebih dari cukup untuk melalui jalanan di Kabupaten PALI yang terkenal rusak parah.

Menurut dia, sesuai ketentuan standar kendaraan dinas Bupati adalah memiliki mesin 2000cc. kendaraan seperti ini misalnya Toyota Land Cruiser yang berharga milyaran rupiah. Baginya kendaraan seperti itu terlalu mewah.

“Terlalu mewah, sangat lucu sekali bupatinya pakai mobil mewah tapi jalannya banyak yang rusak. Daripada beli mobil mahal, uangnya mending buat perbaiki jalan rusak,” ungkap suami Ir Sri Kustina itu.

Heri melanjutkan, kendaraan bagus justru membuat dirinya lupa. “Tidak bisa merasakan jalan rusak. Seperti yang biasa dirasakan warga kita, keenakan di dalam mobil,” selorohnya.

Saat ditanya apakah akan menggunakan plat kendaraan khusus, Heri memastikan tidak akan memakainya. Ia lebih nyaman dengan kendaraan biasa dan nomor kendaraan yang juga biasa.

“Saya risih kalau menggunakan mobil dengan pengawalan khusus. Apalagi pakai sirine. Kita masih di Pendopo tapi orang di Air Itam sudah tahu kita berangkat. Saya merasa dijauhkan dari masyarakat. Saya lebih senang begini, tiba-tiba hadir ditengah warga. Merasakan kesusahan warga. Dan Tidak perlu ada suara sirine yang bikin bising,” papar Heri.

Namun demikian, bukan berarti pejabat lain tidak boleh memiliki kendaraan dinas. Baru-baru ini, Pemkab PALI mengadakan kendaraan dinas untuk pejabat eselon II meliputi tiga asisten setda. Ketiganya masing-masing diberikan kendaraan jenis Mitsubishi Triton double-cabin. Ketiga mobdin itu sudah diparkir dihalaman Pemkab.

“Bukan untuk gagah-gagahan, tapi semata-mata untuk menunjang kinerja pejabat kita. Dengan memakai kendaraan double kabin, tidak ada alasan lagi untuk tidak turun ke lapangan. Jalan jelek bisa masuk,” ungkapnya.

 

Teks/Foto     : Indra Setia Haris

Editor            : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster