Semua Pihak Harus Menahan Diri

konflik-tanah

MUARA ENIM,- Konflik lahan selama ini, menjadi salah satu persoalan yang menjadi pekerjaan rumah di Sumatera Selatan (Sumsel) maupun Muaraenim. Tak jarang terjadi bentrokan, akibat perebutan lahan tersebut .

Untuk menghindari hal tersebut Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) RI, meminta semua pihak terkait, dapat menahan diri agar tidak terjadi gesekan. “Faktor ketertiban salah satu aset penting dan harus dipertahankan oleh masyarakat, selama berproses semua pihak dapat menahan diri menciptakan suasana kondusif. Jangan terpecah belah, justru saling memperkuat barisan,” tutur Deputi Sistem Nasional, Sekretariat Jenderal (Setjen) Wantanas RI, Mayjen TNI Tahan S.L. Toruan , kemarin di Muaraenim.

Kedatangan Wantanas ke Muaraenim sebut dia, untuk mendapatkan informasi sebanyak – banyaknya. Informasi itu dikumpulkan, kemudian di rumuskan yang diharapkan bisa menjadi atau didapatkan solusi.

Menurutnya, potensi rawan konflik dalam perebutan lahan ulayat, baik antara perusahaan dengan masyarakat maupun batas lahan antar kabupaten atau kota, dapat diredam bila diselesaikan dengan solusi terbaik.  “Terlebih saat ini sedang digodok Rancangan Undang – Undang (RUU) nya. Sehingga akan ada solusi terbaik, dalam penyelesaian sengketa – sengketa lahan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Muaraenim, Muzakir Sai Sohar melalui Sekretariat Daerah (Sekda) Muaraenim, Taufik Rahman mengaku senang dengan dirancangnya RUU tentang Penyelesaian Masalah Tanah atau Lahan Ulayat. “Alhamdulillah bila pemerintah pusat sedang merancang RUU tersebut, sehingga nantinya ada kebijakan khusus untuk perlindungan tanah ulayat,” ucapnya.

Diceritakannya, di Sumsel ada namanya marga ulayat dimana terdapat atas hak masyarakat hukum adat dengan marganya, terhadap kepemilikan lahan (aset). Untuk itu perlu penanganan khusus.

Sejauh ini terang dia, di Kabupaten Muaraenim tidak terjadi konflik antara perusahaan dengan rakyat maupun dengan batas lahan. Karena masih dapat ditanggulangi.  “Dan tata ruang yang baik nantinya, akan menjadi acuan untuk menyelesaikan masalah bila terjadi  perebutan lahan,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com