Reklame di Palembang Sembrawut

 267 total views,  4 views today

Ilustrasi Reklame

Ilustrasi Reklame

PALEMBANG-Keberadaan reklame di Kota Palembang saat ini, dinilai banyak tidak memperhatikan estetika sehingga bisa menimbulkan kesembrawutan kota. Penilaian ini, disampaikan Wali Kota Palembang, Romi Herton.

Karenanya ia menargetkan dalam wakt tiga bulan kedepan, kawasan jalan protokol di Palembang, akan menjadi kawasan tertib reklame. Menurut Romi,  meski potensi pajak reklame menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah(PAD), tak lantas bisa membuat reklame bebas berdiri tanpa memperhatikan estetika wajah kota.

“Keberadaan reklame, tidak memperhatikan estetika, bakal memberi kesan buruk pada wajah Kota Palembang. Selain itu, penataan reklame yang merusak estetika, juga dapat berpengaruh pada proses penilaian Adipura. Terlebih tahun ini kita menargetkan untuk meraih Adipura Kencana,” kata Romi, kemarin.

Karenanya jelas Romi, penertiban terhadap reklame akan terus dilakukan.  “Kedepan dalam satu kawasan pertokoan atau tempat usaha, akan dibuat satu tiang reklame yang bisa digunakan untuk reklame bersama, “ jelasnya.

Romi menerangkan, penertiban terhadap reklame ini harus dilakukan sekarang. Jika tidak, maka wajah Kota Palembang akan kian sembrawut. “Sweeping yang kita lakukan, untuk menindak dan menegur pengusaha yang nakal, tidak taat pajak dan mendirikan media iklan bukan pada tempatnya,” jelasnya.

Romi sendiri, Sabtu (15/2) lalu, memimpin sendiri penertiban terhadap reklame di Palembang.   Bersama tim gabungan, ia menyisir baleho dan reklame yang dinilai melanggar aturan di sepanjang Jalan Jend Sudirman hingga Km 5.

Dalam penertiban dan penataan baleho iklan tersebut, pemkot mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari Satua Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang, Dinas Tata Kota (DTK) Kota Palembang, Dinas Perhubungan Kota Palembang serta unsur TNI-Polri untuk menghindari terjadinya anarkis dari pihak pemilik usaha.

Jalannya penertiban dimulai dari depan Hotel Anugerah hingga KM 5. Dan kemudian berikutnya  menyisir di jalan- jalan protokol lainnya seperti, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Kol Atmo dan Jalan KH Ahmad Dahlan hingga di  Jalan  Merdeka.

“Pemkot meminta para pemilik usaha agar semua baleho iklan atau reklame yang terpasang bisa terlihat secara baik dan benar sesuai rekomendasi pemkot, kalau tidak sesuai terpaksa kita rapikan untuk ditata ulang,” tegasnya.

Dengan begitu kata Romi,  Pendapatan Asli Daerah (PAD) Palembang hingga lebih dari Rp 3 triliun akan tercapai bahkan bisa mencapai Rp 5 triliun. “Saya mau PAD Palembang terus meingkat dari awalnya Rp 1,8 naik Rp3 triliun dan Rp 5 triliun atau sama seperti PAD Sumsel,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tata Kota, Isnaini Madani mengatakan, saat ini banyak tiang reklame yang terpasang hingga menyulitkan kendaraan untuk parkir. Dari sisi keindahan sambungnya, jelas tak rapi karena satu toko dengan lainnya saling berlomba-lomba memasang reklame bertiang lebih menjorok ke jalan agar terlihat semakin jelas oleh orang-orang yang melintas.

“Karenanya penertiban, kita lakukan. Seluruh reklame bertiang sepanjang Jalan Sudirman mulai dari bundaran Air Mancur depan Masjid Agung, hingga jalan Kolonel H Burlian hingga simpang TAA bakal dibongkar tanpa kecuali baik milik pribadi maupun perbankan tidak ada tebang pilih,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI           

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster