PSSI Sumsel Targetkan PON Remaja Jatim

 202 total views,  2 views today

 

Palembang – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sumatera Selatan  (Sumsel) memastikan  Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang berlangsung November mendatang di Provinsi Jawa Timur (Jatim), sebagai  awal kebangkitan dunia sepakbola di Sumsel.

Ketua Umum PSSI Sumsel, Rizal Abdullah mengatakan, dirinya menargetkan pada event kejuaran tersebut menjadikan sebagai tolak ukur kebangkitan pesepakbolaan masyarakat Sumsel.

“Kita sudah mempersiapkan satu tim sepakbola umur 14-16 tahun. Sengaja kita siapkan untuk berlaga di PON Remaja mendatang. Ini merupakan awal kebangkitan PSSI Sumsel,” ungkap Rizal,

“Saat ini kita sudah menyeleksi pemain bukan hanya dari palembang saja, melainkan se-Sumsel. Dan saat ini juga sudah di training center,” tuturnya.

Ia emnambahkan, selain persiapan untuk PON remaja sendiri, pihaknya  juga telah meyeleksi sebanyak 60 pemain muda dari 1267 peserta sebelumnya. Dari ke-60 pemain muda tersebut dibagi lagi berdasarkan tingkatan antara lain, usia 14-21 tahun dengan rincian usia 14-16 tahun sebanyak 22 pemain, 17-19 tahun 14 pemain dan 20-21 tahun sebanyak 24 pemain.

Pihaknya menekan, senamyak 60 para pemain yang dipilih pelatih PSSI, merupakan para calon belum menjadi atlit bina PSSI sesungguhnya.

“Mereka ini masing-masing  calon karena untuk menjadi atlit profesional harus melewati tahapan yang telah diprogramkan oleh PSSI melalui pelatih. Dengan adanya pembinaan seperti ini salah satu langkah kita untuk mengikuti kejuraan-kejuaraan cabor sepakbola yang kita targetkan untuk jangka pendek. Kita harus berlaga di PON remaja dan PON 2016 di Jabar mendatang,” tegasnya.

Dilanjutkannya, sebanyak 22 pemain muda ini yang nantinya bersama sang pelatih akan diseleksi kembali selama tiga bulan.

“Ke-22 pemain ini nantinya akan diseleksi kembali sesuai dengan karakter dan posisi masing-masing pemain. Kita harap mereka ini bisa memenuhi yang diinginkan sang pelatih untuk mewakili Sumsel di PON remaja mendatang,” ungkapnya.

Jika lolos, lanjutnya, dalam waktu tiga bulan, pemain akan mengikuti program latihan yang telah ditetapkan seperti tahapan pra profesional. Ditahapan ini, pemain akan mengikuti proses latihan.

“Kemudian tahapan selanjutnya yakni satu langkah pra profesional dan terakhir profesional, dalam pembinaan profesional para atlit akan dilatih terus dibagi jadwalnya sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing karena program latihan akan berbeda berdasarkan tingkat kemampuan para atlit,” pungkasnya.

 

Teks        : Saddam Suryanda

Edditor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster