Pemprov Akan Surati Kemenpan

 240 total views,  2 views today

Ilustrasi | Antarafoto.com

Ilustrasi | Antarafoto.com

PALEMBANG-Pengumuman tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kategori II (K2), yang saat ini menjadi polemik cukup menyita perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Pasalnya, pengumuman yang semula dijadwalkan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada tanggal 5 Februari lalu melalui website resminya, hingga saat ini masih belum bisa di akses.

Asisten IV Bidang Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel, H Joko Imam Sentosa mengatakan, pemprov menyadari akan kesalahan teknis dari laman website resmi Kemenpan-RB tersebut, yang menyebabkan keterlambatan penerimaan informasi terkait pengumuman tes CPNS K2. “Namun, ini memang wewenang pemerintah pusat dan pengumumannya pun satu pintu,” kata Joko dibincangi, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Joko, pihaknya akan segera mengkoordinasikan masalah tersebut ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel yang dilanjutkan koordinasi ke Kemenpan-RB. “Dalam waktu dekat segera kita koordinasikan ini, untuk diteruskan ke pusat, karena ini memang wewenang pusat bukan daerah,” jelasnya.

Menurut Joko, jika berdasarkan informasi awal dari website resmi Kemenpan-RB, harusnya masalah ini tidak terjadi. “Mestinya ini sudah clear karena tertanggal 5 Februari lalu, laman itu bisa diakses. Tapi kenyataanya sampai sekarang tenaga honorer yang mengikuti tes CPNS K2 ini belum bisa mengakses laman resmi kemenpan-RB tersebut, segera kita koordinasikan,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dengan adanya isu yang beredar, terkait adanya kecurangan dalam proses pengumuman K2 ini. Terlebih mengenai oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, dengan mengatakan bisa meluluskan agar bisa diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Tidak benar itu, masyarakat jangan percaya karena kemungkinan besar kondisi ini dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Joko juga memastikan, terhambatnya informasi yang diterima tenaga honoret K2 tersebut tidak akan berpengaruh pada kinerja tenaga honorer itu sendiri. “Karena ini hanya masalah administrasi saja. Bagai mereka statusnya apakah diterima, atau tertunda ataupun melengkapi dan lain sebagainya kita tidak tahu,” jelasnya.

Mengenai tenaga honorer yang tak lulus nantinya, sambung Joko, pihaknya belum tahu secara pasti. Namun pada saatnya nanti, akan ada kesempatan bagi tenaga honorer ini. “Apalagi terhadap tenaga honorer yang benar teknis dibutuhkan oleh instansi tersebut, akan dipertahankan dan pada saatnya nanti diberikan kesempatan. Karena kita butuh tenaga honorer ini, namun selama ini kesempatan ataupun jatah itu terbatas. Untuk seberapa banyak yang dibutuhkan itu kita juga belum tau karena itu masalah teknis akan dikoordinasikan terlebih dahulu,” bebernya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster