Pemain Muda Kurang Jam Terbang

 251 total views,  2 views today

Pelatih SFC, Subangkit memimpin langsung saat sesi latihan rutin di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian KS

Pelatih SFC, Subangkit memimpin langsung saat sesi latihan rutin di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian KS

Palembang, –Banyaknya pemain yang dihantam badai cedera membuat menejemen Sriwijaya FC terpaksa bereksperimen dengan menurunkan sejumlah pemain muda minim pengalaman dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super Leauge (ISL) musim ini.

SFC berharap,  para pemain muda bisa menutupi hilangnya beberapa penggawa pilar dalam beberapa pertandingan terakhir.

Sayangnya, perjudian yang dilakukan sang  arsitek tidak dibarengi dengan  hasil yang  memuaskan. Penampilan Laskar Wong Kito terlihat kurang  maksimal, sehingga banyak kehilangan poin dan tececer di papan tengah wilayah barat.

“Kita sedikit kesulitan dengan banyak pemain inti cedera. Apalagi pemain muda yang sebenarnya kita harapkan untuk menjadi pelapis malahan langsung selalu menjadi pemain inti. Dengan kurangnya jam terbang pemain muda membuat kita sedikit kesulitan menerapkan skema yang diinginkan,”ujar pelatih kepala SFC, Subangkit, Minggu (16/2).

Ia menambahkan, sejauh ini dengan materi pemain tersisa membuat sang arsitek mau tidak mau memanfaatkan potensi anak asuhnya yang kebanyaakan dihuni pemain muda. Sayangnya, penggawa muda seperti Rizky Dwi Ramadhan, Havit Ibrahim, Jeki Arisandi dan Alan Marta tidak bisa menunjukan permainan konsisten sehingga berpengaruh dalam kondisi dan penampilan tim.

“Pemain muda kita kurang jam terbang dan minim pengalaman bermain di ISL. Bukan berarti mereka bermain tidak bagus, hanya saja atmosper pertandingan disini sangat berbeda dengan kompetisi lain yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu, arsitek berusia 53 tahun ini menuturkan, sambil menunggu beberapa pemain senior kembali bisa diturunkan dirinya berharap agar pasukan mudanya bisa cepat beradaptasi dengan atmosfir kerasnya kompetisi kasta tertinggi di Indoensia.

“Semoga pemain muda kita bisa cepat beradaptasi serta pemain senior kita juga bisa menularkan pengalaman mereka.Karena kita sangat membutuhkan banyak poin dalam pertandingan yang tersisa,” tukasnya.

 

Teks      : Saddam Suryanda

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster