Lusa, Berkas Eddy & Yulius Dilimpahkan

 270 total views,  2 views today

*Kasus Dugaan Korupsi Bansos OKU

PALEMBANG-Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) 2008, yang merugikan keuangan negara Rp 3 miliar, terus berjalan.  Berkas perkara kasus tersebut dengan tersangka mantan Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Eddy Yusuf dan Bupati OKU, Yulius Nawawi, lusa (19/2), akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Pelimpahan nanti tidak hanya melibatkan dua tersangka, tetapi begitu juga dengan barang-barang bukti (BB). Direktur Direktorat Kriminal Khusus  (Ditreskrimsus) Kepolisan Daerah (Polda) Sumsel, Kombes Pol Edi Purwatmo melalui Kasubdit III Unit Tipikor Polda Sumsel, AKBP Imran Amir, menyebut baik Eddy dan Yulius sama-sama sudah diberitahukan bahwa keduanya akan dilimpahkan Kejati Sumsel.

Imran pun berharap, mantan Wagub Sumsel dan Bupati OKU itu bisa memenuhi panggilan tim penyidik, untuk pelimpahan tersangka dan barang bukti. “Kita telah melayangkan surat pemanggilan kepada kedua tersangka pada Kamis (13/2). Pemanggilan itu bertujuan untuk dilakukan pemeriksaan terkait pelimpahan tahap kedua di Kejati Sumsel,” kata Imran, melalui ponselnya, Minggu (16/2).

Diungkapkan Imran, ia sudah menerima jawaban dari Eddy dan Yulius terkait surat panggilan yang sudah diberikan kepada keduanya. Menurut Imran, keduanya siap menghadiri pemanggilan tim penyidik yang akan melimpahkan keduanya ke Kejati Sumsel lusa nanti.

Ditambahkan Imran, dalam proses pelimpahan tahap kedua nanti, Ditreskrimsus Polda Sumsel selaku tim penyidik, masih akan sedikit melakukan pemeriksaan di Mapolda Sumsel.  Setelah itu, barulah kedua tersangka dan barang bukti langsung dilimpahkan ke Kejati Sumsel.

Disinggung bila kedua tersangka tidak menghadiri pemanggilan, Imran mengatakan pihaknya akan melihat dan mendengar alasan ketidak hadiranya.  Apabila kedua tersangka mangkir dari panggilan, akan diteliti apa alasannya dan selanjutnya akan diberikan panggilan kedua.

“Tidak menutup kemungkinan akan adanya penjemputan paksa. Karena kini berkas pemeriksaan sudah di Kejati Sumsel, maka itu akan menjadi kewenangan dari Kejati,” sebut Imran.

Ditambahkan Imran, untuk barang bukti yang juga akan diserahkan bersamaan dengan kedua tersangka yakni satu unit mobil Kijang Inova warna hitam dengan nopol BG 1430 NP milik Eddy Yusuf, dan dokumen milik Yulius Nawawi.

Untuk diketahui, pemeriksaan dugaan kasus korupsi Bansos OKU tahun 2008 tersebut, di lidik dimulai sejak tahun 2009, naik ke proses sidik pada tanggal 12 Oktober 2010, penetapan tersangka berdasarkan gelar perkara yang dilakukan di Mapolda Sumel beberapa waktu yang lalu. Sedangkan pada tanggal 30 Januari 2014 yang lalu, berkas perkara kedua tersangka telah ditetapkan lengkap.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Eddy Yusuf maupun Yulius Nawawi, terkait dengan bakal dilimpahkannya berkas perkara mereka ke Kejati Sumsel.

Eddy Yusuf, saat dicoba ditemui di rumahnya yang berlokasi di sekitar Perumnas Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang, tidak berhasil ditemui. Tidak satu pun penghuni rumah, yang membukakan pagar. Sementara bagian dalam tidak terlihat, karena ditutupi pagar yang tidak terdapat celah untuk melihat.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster