Desak Turunkan Alat Peraga Caleg. KPU Surati Pol PP

 268 total views,  2 views today

Aneka baliho yang terpampang di Simpang Lima Talang Ubi. Masih terpasang meski sudah ada kesepakatan untuk melepas baliho disitu.

Aneka baliho yang terpampang di Jalan

KAYUAGUNG-Komisi Pemilihan umum daerah (KPUD) Ogan Komering Ilir (OKI) mengirimkan surat kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten OKI guna menertibkan alat peraga kampanye Calon Legislative (caleg) yang dipasang diluar aturan, khususnya Kayuagung.

Surat itu dilayangkan KPUD OKI kepada Sat Pol PP usai sebelumnya PUD  memberikan waktu selama dua hari kepada partai politik agar para caleg yang memasang alat peraga kampanye di luar aturan, supaya melepas sendiri alat peraga tersebut,  terhitung Jumat –  Sabtu (14-15/2). Tetapi sampai saat ini masih banyak yang tidak melepas alat peraga tersebut.

“Kita sudah memberikan waktu dua hari kepada para caleg untuk melepas Sendiri, alat peraga mereka yang dipasang tidak sesuai PPKPU No 15 tahun 2013, karena masih banyak yang tidak melepas sendiri alat peraga tersebut, kita kirimkan surat kepada Sat Pol PP untuk menertibkan alat peraga yang melanggar aturan itu,” kata Ketua KPUD OKI Dedi Irawan.

Menurut Dedi, tindakan tersebut diambil, setelah sebelumnya pihaknya mendapat rekomendasi dari panitia pengawas pemilu (panwaslu) OKI, perihal rekomendasi penertiban alat peraga caleg yang melanggar aturan khusus di wilayah Kayuagung.

”Surat rekomendasi dati Panwaslu itu kita terima Rabu (12/2), kemudian hari Kamis kita kirim surat himbauan kepada parati Politik, agar menyampaikan kepada calegnya masing-masing untuk melepas sendiri alat peraga tersebut, kami beri waktu dua hari,” ujarnya.

Deadline untuk partai Politik sudah habis, ehingga KPUD OKI menyurati Sat Pl PP OKI untuk mengambil tindakan melakukan penertiban alat peraga yang melanggar aturan.” Kita berharap setelan Sat Pol PP menerima surat dari kami, dapat segera melakukan penertiban. Sementara rekomendasi baru di dapat kusus untuk alat peraga di Kayuagung, untuk kecamatan lainnya belum ada,” jelas Dedi.

Sementara itu Ketua Panwaslu OKI M Fachrudin, mengatakan  memang sebelumnya Panwaslu telah mengirimkan rekomendasi kepada KPUD OKI agar segera menertibkan alat peraga yang melanggar aturan Khusus  Kayuagung.

”Sementara rekomendasi baru untuk didalam kecamatan Kayuagung saja, karena hal itu berdasarkan Inventarisir dari panwascam Kayuagung, sementara Panwascam yang lain belum memberikan laporan kepada kami terkait pelanggaran alat peraga di wilayahnya masing-masing,” ujar Fachrudin.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster