Waspadai, Penipuan Bermodus Kotak Amal

 280 total views,  2 views today

Ilustrasi | Republika.com

Ilustrasi | Republika.com

PALEMBANG, KS – Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, menghimbau masyarakat Palembang, untuk mewaspadai dan mengawasi aktivitas sumbangan yang menggunakan media kotak amal dari sejumlah yayasan tertentu.

Kepala Dinsos Sumsel, Apriyadi menilai, meski tidak semua yayasan melakukan praktik ilegal, namun pihaknya masih juga menemukan adanya oknum tertentu yang menjual nama yayasan dengan meminta sumbangan melalui kotak amal di sejumlah warung, toko ataupun rumah makan.

“Modusnya, kotak amal itu mereka letakkan di rumah makan, warung atau toko. Tapi uang hasilnya justru dimanfaatkan oleh oknum tersebut,” sesal Apriyadi ketika dibincangi di Pemprov Sumsel, Jumat (14/2).

Dinsos sendiri pernah menemukan kasus yayasan yang disalahgunakan. Temuannya, dalam 15 hari, oknum tersebut mampu mengumpulkan uang Rp 15 juta. Alhasil, pihaknya langsung mengumpulkan belasan kotak amal dari yayasan yang bersangkutan. “Letaknya tersebar di sejumlah titik strategis, tentunya di warung dan rumah makan,” ujarnya.

Meski demikian, Apriyadi mensinyalir, jika praktik serupa masih sering terjadi di Kota Palembang. Antisipasi awal, Dinsos mengimbau agar masyarakat menanyakan izin terlebih dahulu bagi yayasan yang bersangkutan, baik dari Pemprov Sumsel ataupun Pemkot Palembang.

“Itu hak masyarakat. Sebelum memberikan uang, wajib menanyakan surat izinnya, dan itu mutlak. Apakah ada izin resminya mereka meletakkan kotak amal ataupun sumbangan dari rumah kerumah,” tegasnya.

Fenomena seperti ini diyakini pihaknya, dapat memicu aksi kriminalitas baru. Mereka berpura-pura mendatangi rumah-rumah warga. Saat dilokasi itulah, lanjutnya, jika ternyata rumah tersebut kosong atau sepi, oknum ini langsung melancarkan niat jahatnya.

“Indikasi mencuri atau merampok bisa saja dilakukan. Modusnya memang berpura-pura meminta sumbangan mengatasnamakan panti asuhan atau yayasan. Ini yang banyak terjadi di Palembang,” tegasnya.

Sementara itu, Salman (24), warga Kelurahan Sekip Jaya mengaku sering dijumpai sejumlah petugas panti atau yayasan yang meminta sumbangan kerumahnya. Namun, banyaknya sosialisasi yang dilakukan pihak Dinsos, ia lebih waspada dan berhati-hati. “Jika memang tidak ada izin secara tertulis, kami tidak memberi. Ini juga kesepatan dengan warga lainnya disini,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster