Penderita ISPA Meningkat

 183 total views,  2 views today

Ispa | net

Ispa | net

*Capai 16 Ribu Kasus

PALEMBANG, KS-Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, penderita Infeksi saluran pernapasan (ISPA) pada Januari 2014, mencapai 23.974 kasus. Rinciannya, ISPA yang diderita pasien usia diatas lima tahun sebanyak 16.509 kasus dan dibawah pasien dibawah lima tahun sebanyak 7.465 kasus.

Jumlah penderita ISPA ini menurut Kepala Dinkes Kota Palembang, dr Anton Suwindro, meningkat jika dibandingkan Desember 2013. Di Desember 2013 lalu, penderita ISPA pada pasien yang berusia diatas lima tahun mencapai 9.433 kasus atau meningkat hingga 75 persen.

Meningkatnya jumlah kasus ISPA ini jelas Anton, disebabkan kondisi lingkungan dan polusi udara. Karena kata Anton, walaupun bulan sebelumnya musim hujan tetapi, debu masih tergolong banyak sehingga banyak diisap oleh manusia.

“Biasanya dimulai dengan batuk, pilek dan sakit kepala, jika ada gangguan pernapasan selama 14 hari ini bisa disebut akut sehingga bisa digolongkan sebagai ISPA,” katanya, belum lama ini.

Sambung Anton, ISPA bisa dicegah melalui beberapa hal seperti menjaga kebersihan lingkungan, kondisi gizi dan imunisasi bagi anak-anak.  Anton merincikan, penderita ISPA sepanjang tahun 2013 lalu mencapai 191779 kasus, penderita ISPA balita ada 76.976 kasus dan penderita diatas lima tahun sebanyak 114803 kasus.

“Pembagian jumlah terbanyak untuk dua golongan ini berbeda, bagi ISPA balita terbanyak di Januari 2013, mencapai 8.366. Sedangkan ISPA lainnya di April 2013 mencapai 13.173 kasus,” ulasnya.

Sementara untuk kunjungan penderita ISPA terbanyak pada Puskesmas Basuki Rahmad mencapai 9.613 kasus, selanjutnya Puskesmas Pakjo 8.916 kasus dan Puskesmas Sekip 8.121. Anton mengaku, pada kunjungan Puskesmas tersebut diketahui berada di wilayah terdekat. Karena itulah, dimungkinkan penderita ISPA lantaran faktor lingkungan. “Puskesmas Basuki Rahmad dan Sekip wilayah pelayanannya sama-sama Kemuning, jarak wilayah layanan kesehatan memang berdekatan,” bebernya.

Anton menambahkan, untuk penderita pneumonia atau radang paru-paru, mengalami penurunan. Pada Januari lalu, jumlah kasus pneumonia pada usia balita sebanyak 579 kasus dan usia diatas lima tahun ada 36. Sementara, bulan Januari 2013, kasus pneumonia balita sebanyak 911 kasus dan pneumonia diatas lima tahun sebanyak 53 kasus.

“Secara keseluruhan, penderita pneumonia tahun lalu sebanyak 8024, yakni balita ada 7464 dan penderita diatas lima tahun sebanyak 560 kasus. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya karena asap dan inspeksi pada tenggorokan,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster