Jika Ingin Beli Minuman Beralkohol Wajib Tunjukkan KTP

 580 total views,  2 views today

Ilustrasi Botol MIras

Ilustrasi Botol MIras

*Jika Ingin Beli Minuman Beralkohol

PALEMBANG, KS-Setelah disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 74 tahun 2013, yang ditandatangani pada 6 Desember 2013 lalu, maka minuman beralkohol ditetapkan sebagai barang yang diawasi, artinya boleh diperdagangkan tapi tetap dalam pengawasan.

Salah satunya, bagi siapapun pembeli minuman beralkohol (MB) ini harus menyertakan KTP dengan catatan berumur minimal 21 tahun ke atas. Hal itu diungkapkan oleh Hj Sri Agustina, Dirjen Perdagangan dalam Negeri dari Kementerian Perdagangan, dalam acara sosialisasi kebijakan minuman beralkohol.

“Perpres nomor 74/2013 ini merupakan pengganti Kepres (Keputusan Presiden) Nomor 3/1997 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol,” katanya dalam Sosialisasi Kebijakan Minuman Beralkohol, kepada distributor dan sub distributor minuman beralkohol se Sumatera, di Hotel Novotel, Palembang, Jumat (14/2).

Dikatakannya, Kepres Nomor 3/1997 ini sempat memicu kontroversi diberbagai daerah. Karena peredaran minuman beralkohol, dianggap bertentangan dengan pancasila, dan UU, kesehatan, aspek ekonomi, sosiologis, dan banyak aspek lainnya.  Masyarakat juga akan terkena dampak, bahkan menyebabkan kematian karena minum alkohol.

Dalam Pepres tersebut sambungnya, tidak semua tempat di izinkan untuk menjual minuman beralkohol. Minuman jenis tersebut, hanya boleh di jual di hotel, bar dan restoran. Penjualan di tempat-tempat tersebut, juga harus dilakukan di tempat dan tidak boleh di jual dalam bentuk kemasan.

“Selain tempat-tempat tersebut, toko bebas bea seperti pengecer boleh menjual minuman beralkohol tersebut, dalam bentuk kemasan. Ada juga tempat-tempat tertentu yang boleh menjual minuman beralkohol ini, namun harus mendapatkan izin dari kepala daerah,” ujarnya.

Minuman beralkohol sambungnya dibagi atas tiga golongan yakni Golongan A dengan kadar alkohol mulai dari 0-5 persen, golongan B kadar alkohol 5-20 persen, dan golongan C 20-55 persen. “Mulai dari 0 persen sudah masuk kedalam golongan A. Sedangkan Kepres yang dulu, golongan A dengan kadar 1-5 persen,” cetusnya.

Sekarang, penjualan MB golongan A juga harus diletakkan ditempat khusus, seperti di minimarket dan tingkat pengecer lainnya, serta tidak boleh ditempatkan di golongan B dan C. “Untuk penjualan golongan A ini, juga dilarang menjualnya di sekitar RS, lingkungan ibadah, sekolah, dan lainnya. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi administrasi dan sanksi pidana,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster