Sekolah Kami Nyaris Ambruk

 156 total views,  2 views today

Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Madinatul Ulum (MU) II, yang berada di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan.

Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Madinatul Ulum (MU) II, yang berada di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan.

Sejumlah bocah berseragam putih hijau, dengan jilbab dan peci di kepala, berkejar-kejaran. Debu pun beterbangan, mengikuti lari bocah yang baru berusia sekitar enam sampai tujuh tahun tersebut.

Sementara disudut lain, anak-anak lainnya dengan seragam yang sama asyik mengadu kelereng yang mereka mainkan di teras sekolah yang berdebu dan usang. Mereka adalah siswa Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Madinatul Ulum (MU) II, yang berada di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan.

Jangan bandingkan kondisi mereka dengan kondisi teman seusia mereka, yang belajar di sekolah-sekolah yang ada di ibu kota kabupaten bahkan Palembang. Jangankan belajar dengan fasilitas buku pelajaran dan sarana penunjang yang lengkap, siswa MI Madinatul Ulum II tersebut, harus belajar di kelas yang sangat memprihatinkan.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (11/2), kondisi sekolah ini jauh dikatakan layak. Dinding sekolah yang terbuat dari papan, sudah rapuh dimakan rayap, dengan ventilasi udara yang minim.

Atap sekolah yang sebagian terbuat dari seng dan genteg, semakin membuat kondisi kelas pengap dan panas. “Beginilah kondisinya, kami hanya bisa memperbaiki apa adanya. Sekolah ini nyaris ambruk, namun kami tidak bisa berbuat banyak,” keluh Kepala MI Madinatul Ulum II, Sutrisno.

Menurutnya, jangankan fasilitas penunjang belajar. Saran dan prasanara dasar seperti meja, kursi pun masih sangat kurang. Jangan pula dibayangkan siswa MI Madinatul Ulum II, belajar mengenal komputer seperti di sekolah-sekolah lain, untuk buku pelajaran saja masih kurang.

“Belum ada perhatian sama sekali dari pemerintah, bantuan tidak pernah kami dapatkan baik dari Dinas Pendidikan maupun Kementrian Agama. Proposal bantuan sudah berulang kali diajukan, untuk perbaikan sekolah ini ke Kanwil Kemenang Sumsel. Namun tidak pernah mendapatkan tanggapan,” ucapnya.

Walau dengan kondisi serba kekurangan sebut Sutrisno, sekolah yang didirikan sejak 2002 dan baru mendapatkan izin operasional pada 2008 lalu itu tetap menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar.

“Ada 73 siswa yang belajar di MI Madinatul Ulum II, mereka terpaksa harus belajar dengan faslitas apa adanya. Walau pun begitu, sejak berdiri kami sudah enam kali menamatkan siswa kami, tamatan dari sekolah ini ada yang diterima di SMP dan SMA negeri. Artinya, secara kualitas kami masih bisa bersaing. Inilah yang hanya dapat kami banggakan, sampai saat ini,” tukasnya.

 

TEKS               : FITRI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster