Rumah Senilai Rp 700 Juta Hangus Terbakar

 312 total views,  2 views today

Rumah milik Ahmad warga Desa Sukarami Kecamatan Tanjung Lubuk OKI, hangus terbakar.

Rumah milik Ahmad warga Desa Sukarami Kecamatan Tanjung Lubuk OKI, hangus terbakar.

-Ironis, Mobil PBK Kosong-

KAYUAGUNG I KS-Sebuah rumah panggung semi permanen milik Ahmad, warga Desa Sukarami Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ludes dilalalp si jago merah, Selasa (11/2).

Beruntung, dalam musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Hanya saja, rumah beserta isinya yang ditaksir senilar Rp 700 juta hangus terbakar.

Sayangnya,  dua unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi tidak mampu menjinakan si jago merah. Hal itu sangat beralasan lantaran mobil tersebut kosong tidak ada airnya untuk memadamkan api.

Pantauan dilapangan, di tempat kejadian kebakaran, tidak tampak pemilik rumah disana. Hanya ada sanak keluarga dan tetangga yang mencari harta benda, puing kebakaran yang bisa dikumpulkan dan dijual.

Rumah semalam dalam keadaan kosong, ditinggal pergi pemilik rumah ke Kota Kayuagung. Setelah, api membesar dan memakan seisi rumah, tetangga yang mendengar dan melihat jalaran ssi jago merah, berteriak minta tolong dan mencoba menghubungi tim pemadam kebakaran.

Kepala Desa Sukarami Kecamatan Tanjung Lubuk OKI Yusuf mengakui, rumah yang hangus terbakar itu rumah warganya yang saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, ditinggalkan oleh pemiliknya. “Rumah dalam keadaan kosong, malam itu keluarga Ahmad semuanya ke Kayuagung,” kata Yusuf.

Ketika ditanya mengenai asal-usul api, menurut Yusuf, api diduga berasal dari aliran pendek listrik. “Pemilik rumah sudah saya tanya, saat rumah kosong tidak ada yang menghidupkan lilin maupun racun nyamuk,” ujarnya.

Mengenai kehadiran petugas pemadam kebarakan semalam, Yusuf  menyatakan, kekecewaannya karena saat api belum membesar, mobil PBK datang dan berusaha untuk menyemprotkan air kearah api, namun air selang tidak keluar alias kosong.

“Jauh-jauh datang PBK tidak membawa air,” kata Yusuf seraya berucap untung saja warga yang berusaha memadamkan dan menyelamatkan rumah disamping itu tidak panik dan tidak berbuat arogan terhadap petugas pemadam.

Kepala Badan Linmas OKI melalui Kabid PBK Sutrisno mengakui, kelalaian personilnya malam itu, karena tidak mengkontrol persiapan mobil kebakaran. “Maaf, saya akui itu kelalaian personil PBK. Karena, mobil PBK sebelumnya dipakai konser,” kata Sutrisno seraya berucap seperti biasanya memang persiapan mobil diperiksa. Entah mengapa saat itu, tim piket tidak melakukan pemeriksaan.

Disebutkan Sutrisno, PBK OKI sekarang ini masih banyak kendala mulai dari kendaraan mobil yang tidak memadai dan fasilitas lainnya juga sangat minim. “Mobil PBK hanya ada 2 unit. Satu rusak dan alat pompa air juga rusak. Jadi PBK tidak bisa berbuat banyak untuk masyarakat yang mendapat musibah,” tutur Sutrisno yang pernah melaporkan hal ini ke pimpinan sebelumnya, dan tidak ditanggapi oleh DPRD.

“Dengan 2 unit mobil pemadam tidak bisa maksimal melaksanakan tugas dan sesuai  permintaan dari para korban kebakaran yang memang jarak jangkauan dari lokasi kebakaran cukup jauh,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Lubuk, AKP Didi Setiadi melalui Aiptu Usman mengatakan, dari kebakaran itu korban mengalami kerugian diduga sebesar Rp 700 juta. Karena, menurut korban banyak harta benda yang tidak bisa diselamatkan seperti emas simpanan. “Menurut korbannya, kerugian diperkirakan Rp 700 juta,” kata Usman.

 

Teks       : DONI AFRIANSYAH

Editor   : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster