Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

 264 total views,  2 views today

Warga menunjukan tanaman padi yang terkena hama leher busuk

Warga menunjukan tanaman padi yang terkena hama leher busuk

PAGARALAM, KS-Akibat terserang hama nick blas (busuk leher-red), puluhan hektar sawah yang terletak di Dusun Kertadewa, Kelurahan Padang Temu, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam terancam gagal panen.

Sejauh ini petani setempat mengalami kerugian yang tidak sedikit, akibat hama tersebut.

“Jika keadaan normal, setiap panen paling tidak kami memperoleh 2-3 ton per panen secara keseluruhan,” kata Asrori, warga setempat, Selasa (11/2).

Menurut Asrori, pihaknya hanya memperoleh hasil panen paling banyak 100 kg. Tentu saja hasil seperti itu jauh dari yang diharapkan. “Kami minta dinas terkait agar dapat memberi petunjuk agar hal serupa tidak terjadi lagi nantinya,” katanya dengan nada sedikit kecewa.

Pantauan di lapangan, puluhan hektar sawah milik petani setempat mengalami gagal panen. Padahal tanaman padi yang akan di panen sekitar satu bulan lagi itu terpaksa direlahkan untuk tidak dapat dinikmati lagi. Sementara para petani yang ada hingga  kini masih menduga-duga hama apa yang menyerang padi mereka.

Hal senada juga diungkapkan Asri, pemilik sawah yang mengalami paling banyak kerugian. Menurutnya, kegagalan ini merupakan hal pahit yang dilaalami untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada musim tanam yang sama.

“Kegagalan ini termasuk serangan hama yang aneh. Kami di sini menyebutnya ‘ngabang’ atau memerah, mengingat gejalanya salah satunya batang padi menjadi merah,” terang Asri.

Lanjutnya, sebelum adanya serangan hama aneh ini secara keseluruhan, pihaknya sudah menggunakan berbagai jenis pestisida yang disemprotkan ke hama tersebut. Namun, upaya yang dilakukan itu tidak membuahkan hasil yang baik.

“Bahkan batang padi menjadi berbintik-bintik hingga menggugurkan calon padi yang sudah kelihatan bulir-bulirnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat adanya gejala serangan hama ngabang ini, seorang kerabatnya yang sarjana pertanian pernah menyuruhnya memeriksa pada sore hari di sela-sela batang padi. Ketika disibaknya terdapat binatang-binatang kecil yang kalau menurut saudaranya tersebut disebut klaper, yang memang menjadi salah satu hama padi. Kemudian Ia pun bergegas mengikuti saran saudaranya tersebut untuk diberi pestisida dan obat-obatan tertentu, namun tetap saja hasilnya tidak memadai.

Ketika dikaitkan dengan pengaruh musim hujan, asri agak menyangsikannya hal itu. Karena, kalau musim hujan tidak sampai membuat batang padi merah dan mati.

“Pastinya kami begitu mengharapkan agar PPL dan dinas terkait dapat turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi ini,” harapnya.

Terpisah, Kepala Balai Penyuluh Pertanian dan Perkebunan Dempo Tengah, Firzal Hendri SP didampingi Agustomo SPt mengatakan, pihaknya telah menerimah laporan terkait adannya serangan hama nick blas yang membuat puluhan hektare sawah petani di Dusun Kertadewa, Kelurahan  padang Temu, terancam gagal panen.

“Kita langsung tinjau ke lapangan guna mengetahui hama apa yang menyerang puluhan hektare sawah milik warga setempat,” kata Firzal.

Ditambahkan Agustomo, berdasarkan tinjauan dilapangan, tanaman padi tersebut terserang hama Nick Blas atau Busuk leher dengan tingkat serangan sedang. Sedangkan umur tanaman 110 hari atau menjelang panen dan tindakan pengendalian pergiliran varietas untuk musim tanam ke depan.

“Adapun tindakan pengendalian adalah dengan pergiliran varietas padi yang ditanam untuk musim tanam ke depan. Varietas yang ditanam saat ini di lokasi tersebut adalah ciherang, sehingga musim tanam ke depan jangan lagi memakai padi jenis ciherang,” ujarnya.

 

Teks         : Antoni Stefen

Editor     : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster