PR Diblack List Sebagai Atlit

 274 total views,  2 views today

Renang

*Terlibat Penyekapan dan Pemerkosaan

PALEMBANG, KS-PR, salah satu atlit renang Sumsel yang diduga terlibat dalam aksi penyekapan dan pemerkosaan, dinilai Gubernur Sumsel, Alex Noerdin sebagai perbuatan yang keterlaluan.

PR yang sempat mewakili Sumsel dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) itu, menurut Alex, akan di black list. “Secara hukum, tentu kasusnya akan ditindak dan dikenakan hukum yang setimpal. Terkait statusnya sebagai atlit Sumsel, kemungkinan besar tidak akan kita pakai lagi karena sudah mencoreng nama Sumsel,” kata Alex yang dibincangi, kemarin.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel, Syaidina Ali, membenarkan kalau PR adalah salah satu atlit renang Sumsel, yang tersandung kasus hukum. Namun ia belum bisa memastikan, status PR tersebut sebagai atlit.

“Kita tidak bisa langsung memvonis. Semuanya kita serahkan ke pihak yang berwajib. Jika sudah ada putusan pengadilan, baru kita ambil tindakan. Yang bersangkutan tidak bisa bergabung lagi dengan tim Sumsel,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumsel, Susna Sundarti menyesalkan praktik yang dilakukan oknum atlit tersebut. Kendati baru mendengarnya lewat media, namun menurut Susna, P2TP2A siap mendampingi korban.  “Korbannya anak dibawah umur. Ada undang Undang-Undang (UU),  yang menjerat pelakunya,” ujar Susna.

Kaban Pemberdayaan Perempuan dan Anak ini pun menegaskan UU No 21 tahun 2001 tentang Kekerasan Anak Dibawah Umur, sudah mengatur tentang hukum yang sesuai atas praktik tersebut. “Ini bukan lagi menyangkut status atlit atau bukan, melainkan moral dan bisa terjadi pada siapapun,” kata dia.

Menurutnya, P2TP2A siap membantu dan mendampingi setiap korban yang terjerat kasus dibawah umur. Pihaknya juga mengimbau agar pihak keluarga, tidak hanya terhadap kasus ini, untuk tidak malu dan segera melaporkan diri ke pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti.

“Permasalahannya, saat ini, kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian-kejadian serupa masih sangat minim. Apalagi, jika terjadi pada anak-anak mereka. Jika berkenan, P2TP2A siap mendampingi korban hingga ke meja hijau,” tegasnya.

 

TEKS               : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster