Pelanggaran Terus Meningkat

 287 total views,  2 views today

Tampak atribut Caleg yang semrawut di pintu gerbang komplek OPI, Jakabaring, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian

Tampak atribut Caleg yang semrawut di pintu gerbang komplek OPI, Jakabaring, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian

PALEMBANG, KS-Dua bulan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April 2014, pelanggaran pemasangan atribut kampanye atau alat peraga kampanye (APK) luar ruangan hingga sekarang, terus meningkat dan terkesan tidak berkurang.

Berdasarkan data Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, menunjukkan dari rekomendasi pertama, kedua, ketiga dan yang terakhir ke empat diberikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, menunjukkan terjadinya peningkatan pelanggaran.

“Di rekomendasi ketiga yang kita berikan ke KPU Palembang, pelanggaran yang terjadi dalam pemasangan atribut kampanye berkisar lima ribu pelanggaran, namun sekarang sudah mencapai sepuluh ribuan di rekomendasi ke empat dan telah kita serahkan ke KPU Palembang pada 7 Februari lalu,” kata ketua Panwaslu Palembang Riduwansah, kemarin.

Pelanggaran tersebut jelas Riduwansah, baik dilakukan oleh partai politik (parpol), calon anggota legislatif (caleg) DPRD kota, provinsi dan DPR RI maupun calon anggota DPD, namun dari 16 Kecamatan masih terdapat 6 Kecamatan yang belum menyerahkan data secara jelas.

Rinciannya, untuk pelanggaran APK yang dilakukan Calon anggota legislatif (Caleg) DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kota sebanyak 10.276 pelanggaran. Pelanggaran jenis ini menurut dia, terbanyak terjadi di Kecamatan Sukarami yakni sebanyak 2 ribu pelanggaran. “Yang paling banyak kecamatan Sukarami, disusul kecamatan Kalidoni, dan Kecamatan Sako,”ungkapnya.

Sementara untuk caleg DPD asal Sumsel, terdapat 1.238 pelanggatan. Sedangkan dalam bentuk bendera dan umbul-umbul terdapat 30 pelanggaran, serta spanduk-164 pelanggaran, sehingga total pelanggaran yang tercatat sebanyak 11.708 pelanggaran.

“Jumlah pelanggaran minggu terahir pada Januari naik 90persen, penyebabnya para caleg tidak patuh aturan sebagaimana dalam PKPU nomor 15, dan pelanggaran dari caleg DPD juga naik, dimana mayoritas dilakukan sebelumnya,”ungkap Riduwansah.

Menurutnya, pelanggaran-pelanggaran pemasangan alat kampanye luar ruangan ini terbanyak dilakuan oleh caleg incumbent, sama seperti rekomendasi Panwaslu sebelumnya. “Nama nama caleg incumbent masih yang mendominasi pelanggaran,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, peningkatan pelanggaran ini dikarenakan juga semakin dekatnya pelaksanaan pileg. Panwaslu sendiri bebernya, tidak bisa Berbuat banyak untuk melakukan penertiban, karena Panwaslu hanya diberikan kewenangan untuk memberikan rekomendasi saja ke KPU, yang selanjutnya KPU merekomendasikan ke KPU dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Palembang, untuk melakukan penertiban.

“Kita setiap 10 hari, memberikan rekomendasi ke KPU untuk melakukan penertiban terhadap pemasangan atribut kampanye, yang melanggar aturan,” ucapnya.

Disinggung solusi apa yang terbaik untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya berharap semua Parpol dan caleg peserta pemilu bisa menaati aturan yang ada. “Kita berharap parpol bisa mensosialisasikan zona kepada caleg mereka masing-masing, sehingga tidak ada lagi caleg yang melanggar zona. Termasuk DPD harus bisa mengerti,” tukasnya.

 

TEKS               : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster