10 Persen PA di Sumsel Ilegal

 223 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Dinas Sosial (Dinsos) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat, setidaknya 10 % panti asuhan (PA) yang ada di kabupaten/kota tidak terdaftar atau illegal. Kondisi ini dikhawatirkan dimanfaatkan, oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi-aksi kriminal yang menguntungkan oknum tersebut.

Kepala Dinsos Sumsel, Apriyadi menyebut, untuk mengantisipasi timbulnya praktik-praktik oknum tersebut, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinsos di seluruh kabupaten/kota yang ada, guna melakukan pendataan kembali terhadap keberadaan panti-panti asuhan tersebut.

Dinsos mencatat, setidaknya hanya 132 PA yang terdaftar dan resmi berada dibawah monitoring Dinsos Sumsel. “Hampir 60 persen berlokasi di Palembang. Selebihnya tersebar di sejumlah daerah,” kata Apriadi, Selasa (10/2).

Untuk Palembang, ia memprediksi sekitar 3-4 panti yang masuk kategori illegal. Untuk itu, sanksi tegas segera dikeluarkan demi menertibkan aktivitas panti tersebut. “Mereka (panti) kita coret dan diminta menghentikan aktivitasnya. Mereka juga di larang beroperasi,” ujarnya.

Menurutnya, kriteria panti yang dinyatakan illegal tersebut, selain tidak terdaftar, keberadaan bangunan tersebut juga tidak layak disebut PA. Jumlah anak-anak yang ditampung juga kurang dari lima orang. Selain itu, jika punya anak-anak, mereka ternyata tidak menginap, melainkan hanya singgah.

“Kondisi ini yang sedang kita data, melalui sistem pelaporan berkala. Mereka juga kita kontrol secara ketat,” tegasnya.

Pendataan ini lanjutnya, berdampak pada evaluasi bantuan yang nantinya dikucurkan bagi sejumlah PA yang ada. Supriyadi menegaskan, setiap tahun, seluruh panti asuhan yang terdaftar di Sumsel, mendapatkan guyuran dana bantuan makanan, meliputi beras, lauk pauk serta vitamin.

Pada 2014 ini diakuinya, Pemprov Sumsel menggelontorkan dana sebesar Rp 1,4 milyar bagi 132 panti. “Ini bentuk perhatian pemprov bagi kesejahteraan anak-anak panti tersebut. Kita harapkan bisa dimanfaatkan se efisen mungkin,” tukasnya.

 

TEKS               : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster