Terlambat Cair Honor Disunat

9 total views, 3 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

* Pembayaran Honor Perangkat Desa

KAYUAGUNG I KS-Sudah terlamat, malah uang yang diterima berkurang. Ungkapan itu pantas ditujukan kepada pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD). Bagaimana tidak? Honor perangkat desa terhitung April-Desember 2013  seharusnya segera dibayarkan namun terlambat hingga dibayarkan tahun 2014.

“Parahnya, setelah uang itu dibayarkan kepada seluruh perangkat desa se Kabupaten OKI, seharusnya diterima 9 bulan, tak sesuai harapan. Sebab hanya dibayarkan sebanyak 6 bulan saja. Lalu kemana sisa 3 bulannya?,” demikian kata Hervan Dedi, perangkat desa di OKI yang kini menjabat Ketua BPD, Ahad (9/2).

Kekecewaan Hervan Dedi tak sampai di situ. Kepada Kabar Sumatera, ia  mengungkapkan keluh kesanya bahwa honor perangkat desa yang seharusnya diterimanya selama 9 bulan, ternyata hanya dibayarkan 6 bulan saja. Ini baru diketahuinya usai mengecek langsung honor yang dibayarkan ke rekeningnya.

“Waduh saya bingung, seharusnya kan kami menerima 9 bulan terhitung dari bulan April sampai Desember 2013, namun kenyataannya hanya dibayar 6 bulan,” cetusnya.

Sebut Hervan, selain ada yang dibayarkan 6 bulan, ada juga yang dibayarkan hanya 3 bulan, dan ia tidak tahu alasan mengapa honor tersebut tidak full dibayarkan.

Dia pun berharap, pihak BPMD dapat menjelaskan mengapa honor yang mereka terima bisa tidak full jumlahnya, sehinga para perangkat desa tidak bertanya-tanya.

Kepala BPMD OKI, Aliamir, melalui Kabid PMD, H Zulfikri SIP membenarkan honor perangkat baru dibayarkan hanya 6 bulan, dan kata dia sisanya nanti akan disusulkan.

“Ya, memang benar dibayarkan 6 bulan dulu, nanti sisanya kita bayarkan lagi,” janji Zulkifli.

Diketahui besaran honor perangkat desa, yang diterima masing-masing perangkat desa bervariasi yakni untuk kades sebanyak Rp 105 juta per bulan, kaur sebanyak Rp 450.000, kadus sebanyak Rp 275.000, BPD sebanyak Rp 250.000, dan wakil BPD sebanyak Rp 100.000, serta anggotanya Rp 75.000 yang dibayarkan per triwulan.

Meski pemerintah sudah membayarkan honor mereka, namun jumlahnya tak sesuai harapan lantaran tidak full. Dalam hal ini pemerintah masih “ngutang” kepada perangkat desa yang entah sampaikan dilakukan sisa pembayaran honor perangkat bersisa 3 bulan lagi.

 

TEKS         : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com