Pungli Warga, Oknum Dishub Bekingi Preman

 250 total views,  2 views today

Aktifitas terminal Talang Bulang beberapa waktu lalau, saat pertama kali didirikan.

Aktifitas terminal Talang Bulang beberapa waktu lalau, saat pertama kali didirikan.

-Warga Ancam Bakar Pos Retrebusi-

PALI | KS-Keberadaan Terminal Talang Bulang di Desa Tanlang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bukannya memberikan rasa aman dan kenyamanan warga justru sebaliknya.

Warga resah dengan keberadaan Terminal tersebut. Pasalnya, warga kerap dimintai uang (Pungli –red), oleh preman yang berada di wilayah tersebut. Ironisnya lagi, aksi preman tersebut ternyata dibekingi oleh oknum Dishubkominfo berpakaian dinas.

Tidak tanggung-tanggung, preman yang dibekingi oknum Dishub tersebut nekat “doot to door” ke rumah warga meminta uang dengan dalih keamanan. Jumlahnya pun tidak sedikit, berkisar Rp 100 ribu hingg Rp 200 ribu dipungutnya.

Meski tidak ada ancaman, aksi tersebut membuat warga resah dan mendesak pihak terkait unruk menindaknya.

“Dia (oknum –red) mintai kami duit, katanya untuk uang denda. Dia minta duit Rp 100ribu. Kami bingung uang keamanan mana. Setahu kami denda itu dibayar pas sedang razia. Sebab kami menyadari keur mobil kami sudah mati,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Agar tidak menjadi masalah, lanjutnya, dengan berat hati dirinya memberikan uang tersebut sebesar Rp 100 ribu yang dipintanya. “Dari pada ribut, kami kasih Rp 100ribu. Ehh… dua hari berikutnya datang lagi mintak duit. Katanya sih, uang keamanan,” sesalnya.

Ia menambahkan, orang meminta uang tersebut tidak menggunakan seragam Dishubkominfo, namun orang tersebut dikawal oknum berpakaian lengkap Dishubkominfo dengan nama didada Cecep atau Asep.

“Memang yang minta itu orang biasa, namanya Lekat tapi dia dikawal oknum yang makai seragam Dishub, namanya kala tidak salah Cecep atau Asep. Orangngnya gemuk kulitnya putih. Yang bikin kami tidak enang orang Dishub itu sering pegang surat tilang. Dia itu yang sering tilang,” jelasnya.

Keresahan warga bukan sebatas sopir atau pemilik kendaraan semata. Para istri mereka pun ikut jadi korban. “kemarin minta sama aku duit Rp 100ribu, tidak tahunya mintaa lagi sama istri aku Rp 100 ribu lagi. Sudah itu mintak gelas sama piring. Katanya untuk makan petugas di pos terminal itu,” kata salah satu warga yang juga berjualan pecah belah itu.

Akibat ulah oknum itu, sedikitnya delapan warga jadi korban. “Itu yang kami tahu saja. Kebetulan mereka dekat rumah kami. Kalau jumlah pastinya pasti lebih,” jelas warga lainnya.

Ulah oknum petugas dan preman ini hampir memancing emosi warga. Beberapa warga sempat berkumpul hendak merobohkan bahkan membakar pos di terminal tersebut. Untung dapat dicegah salah satu sopir yang berumur paling tua.

“Kawan-kawan sudah kumpul semua dan sudah bawa bensin. Tapi aku omongkan tidak usah dulu, kita lihat dua atau tiga hari lagi. Kalau masih juga, kita langsung bakar pos itu,” geramnya.

Adanya pos retribusi di terminal bayangan itu sebenarnya bisa dimaklumi warga. Mereka mengaku ikhlas membayar retribusi yang ditagih setiap melintas disitu. Yang membuat warga marah ketika ditagih door to door dan meminta dalam jumlah besar. Apalagi mereka dituduh belum memperpanjang keur.

“Kami bukan tidak mau memperpanjang kir tapi sedang diurus di Palembang. Suratnya ada. Tapi kok masih didatangi dan dimintai duit,” jelas warga lainnya.

Kadishubkominfo Berang

Saat dihubungi KabarSumatera, Drs Rusman Firman MM, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) langsung berang. “Anggota kita tidak ada yang bernama Cecep. Kalo Lekat, dia bukan anggota kita tapi preman. Kalau betul begitu, saya akan langsung minta bantuan polisi biar ditangkap saja dia karena sudah mencemarkan nama baik Dishub” tegas Rusman dengan nada tinggi.

Menurut Rusman, dia tidak bisa mentolerir setiap tindakan oknum anggotanya yang bertindak nakal. Untuk itu, ia berjanji akan turun ke terminal tersebut hari itu juga. “Sore ini (kemarin, red) saya pastikan saya sudah disana. Saya akan investigasi langsung. Kalau anggota terlibat akan saya tindak,” ancamnya.

 

Teks/Foto  : Indra Setia Haris

Editor         : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster