Mancing Ikan Nyawa Melayang

 257 total views,  2 views today

Evakuasi Oleh Basarnas terhadap Kabul Budiono (23), warga Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I. yang Tewas Tenggelam di Suangai Musi

Evakuasi Oleh Basarnas terhadap Kabul Budiono (23), warga Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I. yang Tewas Tenggelam di Sungai Musi

PALEMBANG, KS –Naas yang dialami Kabul Budiono (23), warga Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang ini. Niat hati hanya untuk menghabiskan malam minggu bersama teman-temannya, dirinya harus meregang nyawa, setelah tenggelam di Sungai Musi, Minggu (9/1) dini hari.

Korban ditemukan tak bernyawa lagi oleh Tim Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) dibantu dengan masyarakat setempat, setelah 8 jam dilakukan penyelusuran dilokasi kejadian.

Korban ditemukan di bawah tongkang yang berada ditempat kejadian perkara (TKP) dalam keadaan sudah tidak bernyawa pukul 10.15 WIB, di kawasan perairan Sungai Musi, Kelurahan 13 ilir tepatnya didekat dermaga galangan PT Koja, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal ketika korban bersama tujuh orang temanya hendak memancing tak jauh dari kediaman korban di daerah 13 ilir, Sabtu (8/9) pukul 21.30 WIB.

Namun sekitar Minggu (9/2) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, korban yang hendak memancing di atas kapal yang berada dilokasi, meloncat dari dermaga menuju kapal.

Naas bukannya sampai di atas kapal, korban malah terpeleset dan terjatuh ke Sungai Musi lantaran tongkang yang hendak di tuju menjauh dari dermbaga.

Hujan yang deras di sertai angin saat peristiwa itu, membuat rekan korban kesulitan melakukan pencarian hingga langsung melaporkan kejadian itu kepada keluarga korban.

Kemudian pihak keluarga korban dengan cepat  melaporkan kepada Polairud, hingga Polairud langsung menugaskan Tim Basarnas melakukan penyusuaran, guna mencari keberadaan korban di sekitar lokasi kejadian.

Tim Basarnas yang turun menyelam langsung melakukan pencarian korban dilokasi, hingga akhirnya Budi ditemukan sudah tak bernyawa.

Menurut Taufan, selaku Humas Basarnas saat dijumpai dilokasi mengatakan pihaknya mendapatkan infomasi dari Polairud mengenai kejadian tersebut, sekitar pukul 03.40 WIB dan langsung melakukan persiapan guna pencarian.

“Kami menurunkan 12 personil dalam melakukan penyisiran, hingga akhirya korban berhasil ditemukan di bawah tongkang tak jauh dari lokasi kejadian sudah dalam keadaan meninggal,” katanya Minggu (9/2).

Sementara Ayi (26), rekan korban menambahkan, dirinya bersama korban pergi dari rumah sejak, Sabtu (8/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB , saat sedang mancing tiba-tiba turun hujan deras, hingga membuat korban terpelset dak terjatuh.

“Kejadian sekitar jam 03.00 WIB, karena hujan deras kami menuju ke galangan kapal untuk berteduh, ketika kami mau naik kapal yang berjarak dermaga dengan kapal kurang lebih sekitar 70 cm, namun saat Budi meloncat tongkang itu melebar, hingga tidak sampai, dia pun langsung terjatuh ke sungai hingga teggelam,” ungkapnya.

Kapolsek IT I, Komisaris Polisi (Kompol) Afria Jaya melalui kanit Reskrim Inspektur Polisi Dua (Ipda), Hamsal, membenarkan saat ini korban telah ditemukan.

“Korban telah ditemukan dimana pencarian korban dilakukan oleh Tim Basarnas dan dibantu dengan masyarakat, usai ditemukan korban langsung dibawa kerumah duka untuk dimakamkan,” ujarnya.

Sedangkan Muhammad (64), ayah korban bahwa korban merupakan anak ke 6 dari  8 saudara, korban kesaharian bekerja sebagi buruh serabutan. Memang Budi memiliki hobi mancing.

“Namun sekitar pukul 04.00 kawanya datang dan memberitahu kami kalau Budi tengelam, sebelumnya tidak ada firasat apa-apa, almarhum akan dimakamkan di TPU kandang kawat Palembang,” pungkasya.

 

Teks        : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster