LSM Stop Paksa Penggalian Kabel Telkom

 354 total views,  2 views today

 

Salah satu pekerja penggalian kabel serat optik di Perkantoran Bupati PALI

Salah satu pekerja penggalian kabel serat optik di Perkantoran Bupati PALI

-PT Telkom : Minta RAB, Kami Tidak Pakai Dana APBD-

PALI | KS-Matahari mulai meninggi. Cuaca pun cerah setelah semalaman diguyur hujan. Namun wajah Lek Suk (40) tidak secerah cuaca. Ia terlihat murung. Badannya yang kekar dan mengkilat disiram keringat tidak mampu menyembunyikan kegalauan pikirannya. Ia hanya duduk lemas disisi lubang galian sedalam satu meter.

Lek Suk adalah salah satu dari 35 buruh yang mengerjakan pemasangan kabel serat optik dari kantor PT Telkom di Jalan Baru menuju Kantor Bupati PALI.

Lek Suk sengaja meninggalkan kampung halamannya di Brebes Jawa Tengah untuk mengambil upahan penggalian lubang di Talang Ubi, ibukota Kabupaten PALI. Berharap upah yang hanya Rp 10 ribu per meter.

Namun upaya ayah empat anak ini terhambat. Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Talang Ubi melakukan penyetopan. “Kami distop mas. Bingung juga kenapa sampai di stop. Kalau begini kerjaan kami nggak kelar-kelar,” keluhnya.

Bila tanpa halangan, Lek Suk yakin pekerjaan pemasangan kabel serat optik sepanjang 10km itu bisa diselesaikannya dalam waktu dua bulan. Setelah itu ia bisa pulang membawa hasil keringatnya untuk menghidupi istri dan empat anaknya.

“Kalau sering distop, dua bulan gak bakalan selesai. Sementara uang makan kami terbatas. Kami bisa rugi,” tambahnya.

Hairul, Kepala Telkom Talang Ubi mengakui adanya penyetopan oleh LSM ini. “Memang benar pak, pekerjaan kita distop LSM,” ujarnya.

Menurut Hairul, LSM yang melakukan penyetopan ini menuntut pihak PT Telkom Indonesia untuk membeberkan RAB (rencana anggaran biaya) proyek tersebut dan memasang papan proyek.

“Padahal kami tidak memakai dana APBN ataupun APBD. Ini murni dana perusahaan kami sendiri dan kami tidak mengutak-atik uang APBD. Kami hanya melayani permintaan pelanggan kami kebetulan yang meminta Bupati. Karena untuk kepentingan pemerintahan makanya permintaan itu kami sediakan. Sama halnya seperti pelanggan lainnya yang minta sambungan telepon biasa,” jelas Hairul.

Hairul juga menambahkan, seharusnya untuk daerah yang baru berkembang seperti kabupaten PALI ini, hal seperti ini tidak perlu sampai terjadi. Karena bisa mengganggu iklim investasi.

“Kalau sedikit-sedikit diganggu seperti ini, bagaimana investor mau masuk. Seharusnya masyarakat disini mendukung,” tambahnya.
Karena sudah mengganggu operasional perusahaan, kini Hairul mengancam akan melaporkan masalah ini kepada Polsek Talang Ubi. “Kita akan serahkan kepada polisi saja. Karena keamanan kan tanggung jawab polisi,” jelasnya.

Farid Jaya, Ketua LSM mengakui telah melakukan penyetopan terhadap aktifitas penggalian ini. “Benar, sabtu kemarin kita stop. Sebelum mereka memasang papan proyeknya,” kata Farid.

Menurut Farid, dirinya sudah koordinasi dengan Camat Talang Ubi dan meminta PT Telkom untuk terbuka kepada masyarakat. “Seharusnya mereka jelaskan dong. Untuk apa kabel itu dananya darimana. Kami sebagai lembaga berhak menanyakan itu. Tapi tidak mereka hiraukan. Makanya kita stop,” jelas Farid.

Pemasangan kabel serat optik ini merupakan pekerjaan PT Telkom Tbk atas permintaan langsung dari Penjabat Bupati PALI. Berdasarkan catatan KabarSumatera, permintaan pemasangan ini sudah diajukan Bupati PALI kepada PT Telkom Tbk sejak Agustus 2013 lalu.

 

Teks/Foto   : Indra Setia Haris

Editor           : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster