Anak Hasil Nikah Siri Bisa Buat Akta

 438 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG, KS – Pernikahan yang dilakukan  secara siri, memang sah secara hukum agama namun secara hukum positif, pernikahan itu tidak diakui. Sehingga banyak pasangan yang menikah secara siri, kesulitan untuk membuatkan akta kelahiran bagi anak mereka.

Namun kini, anak hasil dari pernikahan siri tersebut tetap bisa mendapatkan akta kelahiran. Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Palembang, Sahlan Syamsu mengatakan, akta kelahiran tersebut memang sama dengan akta lainnya.

Namun dalam akta tersebut, tidak tercantum nama ayahnya, hanya tercantum nama ibu saja. Kata Sahlan kebijakan tersebut, sebenarnya sudah lama berlaku, bahkan sebelum Surat Edaran (SE) Menteri dalam Negeri (Mendagri) Nomor 470/327/SJ tentang perubahan kebijakan administrasi kependudukan, yang diberikan kepada Disdukcapil.

“Mungkin masyarakat masih banyak yang belum tahu, nah dengan adanya informasi ini di harapkan mereka akan membuat Akta tersebut,” kata Sahlan yang dibincangi belum lama ini di ruang kerjanya.

Menurut Sahlan, selama ini pemikiran masyarakat, setiap anak yang dihasilkan dari pernikahan yang sah secara agama, tetapi tidak terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak dapat membuat akta. “Pikiran itu salah, karena Disdukcapil tetap akan melayani semua masyarakat, tidak ada warga yang dibeda-bedakan,” ujarnya.

Lebih jauh Sahlan menjelaskan, untuk pembuatan akta tersebut, masyarakat cukup datang ke Disdukcapil dengan membawa Kartu Keluarga (KK), KTP dari orang tua. Sedangkan untuk anak hasil pernikahan sirih cukup membawa KK, dan KTP ibu. “Kalau anak yang dilahirkan di dukun harus membawa keterangan A3 dari kelurahan,” sebutnya.

Sahlan menyebutkan, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 30 Tahun 2011, maksimal pembuatan akta yaitu 14 hari, tapi katanya, biasa menyelesaikan pembuatan akta tersebut selama tujuh hari saja. “Biaya pembuatan akta gratis jadi silakan datang ke sini, jadi tidak ada biaya apapun, karena sudah dipasilitasi Pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, Sahlan menambahkan, untuk jumlah data akta kelahiran dari hasil nikah sirih, sampai sekarang masih sedikit karena kurangnya informasi. “Hanya ada berapa warga saja yang membuat, tapi untuk data pastinya tidak ada, karena semuanya sudah di gabungkan dengan akta kelahiran lainnya,” tukasnya.

 

TEKS               : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster