SU I dan Kertapati Tertinggi Penerima Raskin 2014

 245 total views,  2 views today

Ilustrasi Gudang Beras | Net

Ilustrasi Gudang Beras | Net

PALEMBANG, KS-Pemerintah kota (Pemkot) Palembang mencatat jumlah penerima raskin tahun 2014, sebesar 1.082.670 kg per bulan atau 12.992.040 kg tahun, bagi 72.178 rumah tangga sasaran (RTS). Kepala Bagian Perekonomian Setda kota Palembang, Sadruddin Hadjar mengatakan, data yang mereka keluarkan ini, mengacu pada data tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TPN2K) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Setelah menerima laporan dari TPN2K dan BPS,  untuk penerima raskin 2014 ini tidak mengalami perubahan, artinya sama saja dengan tahun lalu,” kata Sadruddin yang dibincangi belum lama ini.

Sadaruddin mengatakan, dari 16 Kecamatan di Palembang yang menerima raskin terbanyak, adalah Kecamatan Seberang Ulu (SU I) dengan jumlah total 11.749 RTS dan Kertapati sebesar 10.370 RTS. “Dua kecamatan tersebut yang paling banyak menerima raskin,  sementara 14 kecamatan lainnya tidaklah terlalu besar,” bebernya.

Disinggung soal penyerapan raskin tahun 2013 lalu, Sadaruddin menjawab, hasil evaluas yang telah dilakukan menunjukkan kalau realisasi raskin tahun lalu mencapai 100 persen. Hal ini sebutnya, menunjukkan tidak adanya tunggakan distribusi di seluruh kecamatan dan penyalurannya dilakukan setiap bulan.

“Tahun 2014, raskin akan disalurkan di Februari, sementara untuk jatah Januari akan dirapelkan di Februari,” bebernya.

Sadaruddin mengaku, harga raskin ditetapkan Rp 1.600 per kg di titik distribusi. Sementara alokasi yang diberikan tetap 15 kg per RTS setiap bulannya. Namun, harga yang sampai ke RTS dapat berubah sedikit lebih tinggi dari yang ditetapkan.

“Untuk wilayah tengah kota kenaikkannya dibatasi maksimal menjadi Rp 2.000 per kg, tapi jika di daerah pinggiran seperti Pulokerto Kecamatan Gandus dapat menjadi Rp 2.500/kg,” ucapnya.

Menurutnya, adanya selisih harga tersebut, dikarenakan harga ini yang telah disepakati bersama antara pihak kelurahan, RT/RW dan warga setempat. Selain itu sebutnya, dalam pendistribusian raskin dilapangan, pihaknya telah menempatkan pengawas di setiap kecamatan dan kelurahan untuk dapat memantau harga serta jumlah raskin hingga sampai ke warga. “Kenaikan tersebut disesuaikan untuk upah angkut pendistribusian sampai ke rumah warga dari RT/RW. Untuk kualitas beras sendiri,  kualitas baik,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster