Perampok Sadis Didor

 281 total views,  2 views today

 

-Pelaku Gagal Gasak Uang Santunan-

INDRALAYA,-Khulil (48), perampok yang dikenal sadis akhirnya tidak berkutik saat satu butir peluru bersarang di kaki kanannya usai ditembak anggota Reskrim Polres Ogan Ilir (OI).

Warga Lorong Saylendra, Kelurahan I Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Kota Palembang ini terlibat aksi perampokan terhadap korban Hasanuddin (49), warga Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, 30 Oktober 2013 lalu.

Pelaku bersama lima kawannya mengincar uang santunan dari Jasa Raharja Rp 25 juta yang diberikan kepada korban karena anaknya tewas kecelakaan.

Gagal menggasak, pelaku menembak korban Hasanuddin dibagian ketiak hingga tembus ke punggung. Selain itu, para pelaku juga menelanjangi istri dan anak korban.

Informasi yang dinimpun, petugas menangkap pelaku Khulil di rumahnya, Kamis (6/2), sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ditangkap, pelaku berusaha lari dan melawan petugas.

Tidak ingin buruannya lepas, petugas mengejarnya dan memberikan tembakan peringatan. Pelaku bukannya berhenti malah terus berlari. Akhirnya, melepaskan tembakan tepat di kaki kanan pelaku.

Sayangnya, saat penggeledahan, petugas tidak menemukan senjata yang biasa digunakan pelaku untuk beraksi. Pelaku akhirnya digelandang ke Mapolres Ogan Ilir.

“Khulil merupakan residivis kasus yang sama yakni pencurian dan kekerasan. pelau pernah melakukan perampokan juga dan dipenjara selama tiga tahun,” ujar Kapolres Ogan Ilir AKBP Asep Jajat Sudarjat, didampingi Kasatres AKP Suhardiman dan Kanit Pidum Ipda Marwan, Jumat (7/2), kemarin.

Kapolres menambahkan, pelaku beraksi bersama lima rekannya. Kawanan tersebut tidak tergolong sadis dan tidak segan-segan melukai korbannya.

“Pelaku dikenal sadis. Kita juga sudah menangkap temannya Khulil dan sedang penyelesaian berkas. Empat pelaku lainnya masih kita buru. Kita juga tidak menemukan sanpi pelaku. Hal ini mengingat korban ditempak. Dugaan kuat pelaku ini menyimpan senpi. Akibat ulahnya, pelaku  dijerat pasal 365, dengan ancaman tiga tahun penjara,” imbuhnya.

Sambung Kapolres, para pelaku mengincar uang Rp 25 juta yang merupakan santunan dari Jasa Raharja lantaran anak korban tewas dalam kecelakaan pada 2012 lalu.

Terpisah, korban Hasanuddin mengakui dan mengenali pelaku. Menurutnya, pada siang hari sebelum kejadian pelaku sudah mengintai tempat dan mengetahui jika keluarganya mendapat uang Jasa Raharja sebesar Rp 25juta.

“Waktu itu kami dapat uang jasaraharja sebesar Rp20 juta, kami buka toko dan beli barang-barang, sisa uang Rp4 juta.  Malamnya kami dirampok, dengan total kerugian 10 juta termasuk uang tunai Rp4 juta,” tuturnya.

Lanjutnya, para pelaku ada enam orang, dimana saat itu pelaku melepaskan tembakan dua kali kearahnya. Tembakan pertama berhasil dielakkannya, dan tembakan kedua mengenai bahu kirinya.

“Istri dan anak saya perempuan, mau diperkosanya juga, keduanya sudah ditelanjanginya semua, untung tidak terjadi, karena keburu warga datang,” ceritanya sedih yang didampingi istri dan anaknya.

 

Teks         : Junaedi Abdillah

Editor     : Imron Supriyadi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster