Lestarikan Budaya, Mpok Eli Suguhkan Masakan Khas Betawi

10 total views, 3 views today

pmrd4FoL3P
DEPOK – Meski berada di Jawa Barat, Kota Depok identik dan lebih dekat dengan budaya Betawi. Sayangnya, masakan khas Betawi kini semakin sulit ditemui, sebut saja ikan gabus pucung dan bir pletok.Namun, jika Anda ke melintasi Jalan Raya Citayam, Depok, pasti akan menemui restoran masakan Betawi autentik. Sebagai perempuan Betawi, Eli Suniah tergerak untuk menaikkan derajat perempuan Betawi. Oleh karena itu, dengan latar belakang pendidikan tata boga, Eli mendirikan rumah makan Betawi Mpok Eli di Jalan Raya Citayam No 8, Pondok Jaya, Cipayung, Depok.Lewat usaha kuliner, dia ingin menegaskan bahwa perempuan Betawi tidak hanya berurusan dengan sumur, dapur, dan kasur. Tak lupa, melestarikan budaya Betawi.

“Saya ingin ada perubahan imej perempuan Betawi yang selama ini dianggap terbelakang. Rumah makan Mpok Eli ini ditujukan untuk mengangkat derajat perempuan Betawi,” kata Eli, beberapa waktu lalu.

Di rumah makannya, Eli menyajikan makanan Betawi, seperti soto betawi dengan kuah susu, gabus pucung, asinan master, oblang peda, dan laksa Betawi. “Kenapa di Depok? Karena 35 persen warga Depok adalah Betawi. Budayanya pun lebih kental ke budaya Betawi ketimbang budaya Sunda-nya. Harga menu makanannya terjangkau antara Rp1.000-Rp65.000,” paparnya.

Eli menambahkan, kesenian tradisional juga ditampilkan kepada pelanggan. Hal ini dilakukan agar konsumen mengenal kesenian Betawi. Di antaranya silat Betawi, tari topeng, jali-jalli, dan kesenian sirih kuning. Kemudian juga disuguhkan permainan anak-anak Betawi tempo dulu, seperti gobak sodor, gasing kayu, dan oblang.

Kesenian itu dikemas dalam paket prasmanan dan prasmanan untuk luar serta paket ulang tahun, paket betik, dan paket betok. Selain itu, setiap Minggu disuguhkan juga dongeng Betawi untuk anak-anak.

“Karyawan kami umumnya seniman. Selain itu mereka juga diwajibkan berbahasa Betawi. Jika melanggar mendapatkan teguran. Kami juga menerima pelatihan silat budaya Betawi,” tuturnya.

Dikatakan Eli, pihaknya turut menyediakan souvenir khas Betawi serta permainan anak-anak. Arsitektur rumah makannya pun bergaya Betawi dengan unsur utama kayu dari pohon kelapa yang berasal dari Pekalongan.

“Kami bekerjasama dengan 100 sekolah di Depok. Sabtu dan Minggu pengunjung ramai. Omset kami sebulan mencapai Rp100 juta. Artis yang sudah mencicipi masakan Betawi di sini, ada Ivan Gunawan, Akri, Fany Fadillah, dan Mali Tong-Tong,” pungkasnya. 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com