Jalan Alternatif Pagaralam-Lahat Longsor

 85 total views,  3 views today

 

PAGARALAM KS-Intensitas hujan yang tinggi membuat  puluhan titik jalan alternatif penghubung antara Kota Pagaralam dengan Kabupaten Lahat, rusak berat akibat longsor. Kondisi jalan alternatif yang mengalami kerusakan  mulai dari Desa Gumay, Desa Rekimai, Kecamatan Tanjung Tebad hingga Desa Muara Siban Kota Lahat.

Hingga kini, hujan deras terus mengguyuri Bumi Besemah dan sekitarnya menyebabkan jalur alternatif tersebut rusak berat akibat tertimbun longsor dan amblas.

“Sejak musim hujan cukup banyak longsor di jalan alternatif tersebut, dan ada juga digenangi air bercampur lumpur seperti di Desa Gumay Talang, Desa Rekimai hingga perbatasan Desa Murasiban Kota Lahat,” kata Alpin, warga Desa Gumay, Kecamatan Tanjung Tebad Lahat, Jumat (7/2).

Menurutnya, hampir sekitar dua pekan terakhir terjadi hujan hingga menjadikan kondisi jalan alternatif sepanjang 34 kilometer tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

“Selain berlubang, kondisi yang ada mulai tergerus air hujan. Kerusakan jalan semakin parah dengan lubang cukup banyak digenangi air hujan, ditambah lagi dengan minimnya drainase termasuk upaya pemeliharaan dari pemerintah setempat,” ujarnya.

Lanjutnya, longsor pada ruas jalan alternatif Pagaralam-Lahat menjadikan jalur ini tidak dapat dilalui kendaraan berukuran besar seperti bus dan truk. Padahal,  jika melalui jalur tersebut akan memperpendek jarak tempuh bila dibandingkan Pagaralam-Lahat melalui Dusun Minggkik, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, sepanjang 64 kilometer.

“Jalan alternatif dari Dusun Badar, Kecamatan Dempo Selatan, melalui Desa Kota Agung Lahat, jaraknya hanya 48 kilometer. Sedangkan jika melalui jalur alternatif Simpang Embacang, tembus Desa Muarasiban Lahat, jaraknya  sekitar 54 km,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagaralam, Ir H Sunarto Rohim mengatakan, jalan alternatif merupakan milik Provinsi Sumsel, kurang difungsikan, dan termasuk pemeliharaan.

“Sebetulnya kondisi jalan itu masih kecil dan belum bisa dilalui kendaraan berukuran besar bus AKAP dan truk fusso,” ujarnya.

Kendati demikian, untuk sementara waktu kondisi darurat hanya bisa dilewati kendaraan ukuran kecil dan sepeda motor.

“Memang, jarak tempuh lebih singkat hanya 48 KM, tapi tingkat kesulitan lebih tinggi dan kondisi jalan banyak rusak dan longsor,” sambungnya.

Terpisah, Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Saut P Sinaga SIK MSi melalui  Kasat Lantas AKP Herry Widodo menegaskan, dua ruas jalan alternatif Pagaralam-Lahat memang sudah banyak yang rusak dan terjadi longsor akibat kurang perawatan dan ditambah lagi musim penghujan.

“Sejauh ini kita  telah memberikan himbauan agar untuk kendaraan berukuran besar agar tidak melalui jalan alternatif, karena kondisinya rusak parah,” terangnya seraya berujar  kerusakan jalan alternatif Lahat-Pagaralam menjadi persoalan utama dalam bidang transportasi bila jalur utama rusak atau terjadi bencana alam, seperti longsor.

 

TEKS       : ANTONI STEFEN

EDITOR : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster