Bisnis Sabu, Majikan dan Pembantu Diciduk

 158 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS –Baru satu bulan menjalani bisnis narkotika, seorang pembantu rumah tangga (PRT) dan majikannya, diciduk petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Narkoba Polda Sumatera Selatan, Kamis (6/2).

Johan Efendi (48), warga Jalan DI Panjaitan Lorong Daruhama, Kecamatan Plaju Palembang dan pembantunya Melviani (39), kini mendekam di sel tahanan khusus narkoba Polda Sumsel.

Dari tangan kedua pelaku, petugas Unit IV Subdit III Polda Sumsel menyita barang bukti satu paket sabu seberat hampir satu ons, yang ditemukan saat dilakukan penggerebakan dirumah pelaku, sekitar pukul 23.30 WIB.

Selain menangkap majikan dan pembantunya, polisi juga menangkap seorang pelaku lain bernama Yanda (22). Pria yang sering mendatangi rumah Johan ini diduga ikut menjualkan sabu milik Johan.

Terkait penangkapan itu, Johan menampik sabu yang disita polisi adalah miliknya. Diakuinya, sabu itu hanya titipan dari temannya berinisial U (DPO). U menitipkan sabu melalui kurirnya yang datang langsung ke rumah Johan.

“Saya tidak pernah memesan sabu. Saya hanya dititipi, itu pun baru satu kali ini,” tegas Johan, Jumat (7/2).

Sementara Melviani mengaku, dirinya memang diperintah Johan untuk menyimpan sabu tersebut. Wanita berambut pendek ini menampik tuduhan yang mengatakan dirinya membantu Johan memasarkan sabu yang ada pada Johan.

“Saya hanya diminta Johan untuk menyimpan sabu itu di rumah dan baru satu kali itu saya lakukan sejak satu bulan kerja. Saya sendiri hanya menerima gaji sebagai pembantu, tidak menerima upah hasil penjualan sabu,” kata Melvi, yang asalnya tinggal di Jalam Sei Gerong, Kecmatan Plaju Palembang.

Jika Johan dan menampik telah menjual sabu, maka tidak demikian halnya dengan Yanda. Diakuinya, dirinya datang ke rumah Johan untuk mengambil sabu. Nantinya, sabu itu akan ia jual kepada pemesan.

“Namun, itu baru satu kali ini saya lakukan. Sebelumnya, saya main ke rumah Johan karena ditugaskan menjaga rumahnya,” kata Yanda.

Masih kata Yanda, sabu ia terima dari Melvi. Sabu yang ia terima sudah dipecah terlebih dahulu menjadi paket hemat oleh Melvi. Begitu sabu diterima, barulah dijual oleh Yanda.

Direktur Narkoba Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dedy Setyo Yudo, melalui kasubdit III, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imam Anshori, membenarkan adanya penagkapan tersebut.

Saat dilakukan penangkapan, sepaket sabu ukuran sedang yang harganya ditengarai ratusan juta rupiah ditemukan di dalam cangkir yang ada teh keringnya. Sementara 14 sabu paket kecil, yang tiap paket senilai Rp 100 ribu, ada di kamar yang saat itu ditempati Yanda.

“Kita dapat informasi akan adanya pengiriman sabu ke kediaman Johan. Setelah kita intai sepekan, sabu memang datang dan kita lakukan penangkapan,” pungkas Imam.

 

Teks           : Oscar Ryzal

Editor       : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster