Wow, 1,4 Juta Masyarakat Sumsel Miskin

 321 total views,  2 views today

Ilustrasi | Bagus Park

Ilustrasi | Bagus Park

INDERALAYA, KS-Geliatnya pembangunan di Sumatera Selatan (Sumsel), dalam beberapa tahun terakhir ini ternyata belum diimbangin dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

Bahkan, dari 7 juta jiwa penduduk di Sumsel, tercatat ada 1,4 juta jiwa hidup dalam garis kemiskinan. Hal ini diungkapkan Asisten III Pemprov Sumsel, Ahmad Najib dalam Ekspedisi Kemanusian Kelompok Marjinal (EKKM), program Kementrian Sosial (Kemensos), Kamis (6/2) di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Ia menyebut, angka 1,4 juta tersebut terbilang cukup tinggi. Namun pemprov tegas Najib, terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kemiskinan dengan berbagai macam program.

“Jumlah penduduk miskin tersebut, diharapkan akan bisa ditekan dari tahun ke tahun, dengan berbagai program kegiatan terus dilaksanakan termasuk kegiatan yang dilakukan Kemensos ini, dengan menggagas EKKM,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Apriyadi mengatakan, angka kemiskinan saat ini sudah secara maksimal ditekan supaya berkurang. Dinsos sambungnya, sudah menyediakan modal-modal bagi daerah-daerah yang ingin membangun perekonomian daerah walaupun sedikit.

Namun lanjutnya, jika setiap daerah ada yang sanggup, pasti akan mengangkat angka ekonomi daerah tersebut. “Misalnya kita memberikan pembinaan sebuah kerajinan yang menonjol di salah satu daerah, kemudian hasil karya ditawarkan kepada pelaku usaha dan masyarakat itu sendiri untuk menghargai karya tadi dengan nominal uang. Dari sana kan, bisa mengurangi pengangguran,” ucap Apriyadi.

Terpisah, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengungkapkan, guna menekan angka kemiskinan di Sumsel, dalam 5 tahun kedepan, pemprov akan memprioritaskan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Sumsel, melalui pendidikan kesehatan dan penyiapan lapangan kerja. “Penyiapan lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan, menjadi salah satu prioritas kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, kabupaten/kota yang masih harus diperhatikan yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Mura,  Muba dan Lubuklinggau. “Tiga daerah ini, harus diperhatikan dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Selain itu, kita juga meminta dukungan dari pemkab/pemkot mampu mendorong masyarakat setempat untuk memberikan peluang-peluang yang mendatangkan kreatifitas bagi rakyatnya,” ujarnya saat dibincangi usai melantik pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel, Kamis (6/1).

 

TEKS                   : JUNAEDI A/IMAM M

EDITOR              : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster