Kemensos Alirkan Bantuan di Ogan Ilir

 264 total views,  2 views today

Menteri Sosial  RI, Salim Assegaf Al Jufri  diwakili Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Dampak Sosial bantuan 2 unit Mobil LK3

Bupati OI H Mawardi Yahya dan Menteri Sosial RI, Salim Assegaf Al Jufri diwakili Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Dampak Sosial saat pelepasan bantuan 2 unit Mobil LK3

Gudang Bantuan Bencana Satu-satunya di Sumatera

INDERALAYA KS-Menteri Sosial  RI, Salim Assegaf Al Jufri  diwakili Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Dampak Sosial, Mukman Nuryana  Kamis (6/2) mengunjungi Kabupaten Ogan Ilir. Kunjungan ini selain untuk melihat dekat program-program dari Kemensos, juga dibarengi peresmian gudang penampungan bantuan bencana berukuran 40 x 70 meter di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Palembang-Inderalaya, KM 33, Kota Inderalaya atau tepat samping Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ogan Ilir di  Kota Inderalaya.

Gudang ini nantinya akan menampung berbagai macam bentuk bantuan jika terjadi bencana di wilayah Sumatera. Selain kedatangan rombongan Kemensos, Ogan Ilir juga kedatangan Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014. Kali ini kedatangan mereka guna memberikan bantuan kepada masyarakat Ogan Ilir, baik berupa uang, bedah rumah, bantuan bagi penyandang cacat hingga mobil ambulance.

Untuk diketahui, Tim Ekspedisi ini mengawali perjalanannya dalam memberikan bantuan dimulai dari Kabupaten Pidie, Aceh Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim ekspedisi dalam etape ke 7 singgah di Ogan Ilir yang merupakan satu-satunya kabupaten di Sumsel.

Dipilihnya Ogan Ilir sebagai wilayah transit tim ekspedisi serta pembangunan gudang penyimpanan bantuan ialah berkat peran serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Ogan Ilir yang peduli dalam upaya menekan angka kemiskinan dan permasalahan sosial.

Tidak salah, beberapa waktu lalu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menganugrahkan Satya Lencana Bhakti Sosial bidang kesejahteraan kepada Hj Fauziah Mawardi, Ketua Tim Penggerak PKK, Kabupaten Ogan Ilir, berkat dedikasi serta kepedulian yang tinggi terhadap masalah kesejahteraan sosial.

Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Dampak Sosial Mukman Nuryana  menegaskan, kedatangannya tersebut untuk memberikan bantuan kepada masyarakat marjinal demi kemaslahatan umat. Apalagi kegiatan tersebut dipusatkan di gudang stok bencana pusat untuk wilayah Sumatera.

“Bantuan yang diberikan oleh Tim EKKM 2014 hanyalah pemicu saja. Selanjutnya berbagai pihak bisa berpartisipasi didalamnya, tentu saja di bawah koordinasi pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kesejaheraan sosial masyarakat, ” terang Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Dampak Sosial, Mukman Nuryana.

Sementara itu, Bupati OI H Mawardi Yahya menjelaskan, Kabupaten OI menjadi daerah transit  lantaran banyak  memiliki  panti social khususnya di Sumsel, sehingga OI dijadikan wilayah penerima bantuan dan pendirian gudang penampungan bencana wilayah Sumatera sangatlah tepat.

Bahkan, lanjutnya, selama empat  tahun OI juga mendapatkan  program pemugaran rumah tidak layak huni hingga 1000 rumah. Iapun berharap jika di OI terjadi bencana seperti banjir, agar masyarakatnya mendapatkan prioritas bantuan dari pemerintah RI.

“Jadi tidak mungkin OI tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat jika terjadi bencana, karena gudangnya saja ada disini, Alhamdulillah kita juga dapat bantuan pemugaran rumah tidak layak huni bagi lansia sebanyak 100 rumah, bahkan kita juga mendapatkan bantuan pemugaran rumah tidak layak huni 1000 unit dari kementrian lainnya. Sehingga diperkirakan tersisa 4ribu rumah lagi yang perlu pemugaran. Kami sampaikan terimakasih atas bantuannya,” ujarnya.

Kadinsos Sumsel H Apriadi mengaku bersyukur jika di Sumsel terutama OI menjadi skala prioritas tujuan Kemensos untuk melakuka etape EKKM, disamping itu Ketua K3S OI Hj Fauziah Mawardi yahya juga pernah mendapatkan penghargaan Presiden RI Desember lalu di Makasar berupa Satya Lencana Kebaktian Sosial.

Pada kunjungan tersebut, bantuan dari Ditjen Rehabilitasi Sosial di etape ketujuh ini berupa bantuan pelayanan kesejahteraan sosial Anak total nilai Rp 3 milyar, bantuan 10 unit bedah rumah lansia Rp 100 juta, bantuan 100 kebutuhan lansia Rp 10 juta dan 650 Asistensi Sosial Lanjut Usia Rp 1,560 miliar, juga bantuan Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berat bagi 871 ODKB dengan total nilai Rp 3 milyar.

Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial juga memberikan bantuan, berupa 2 unit Mobil RTU senilai Rp 745 juta dan 5 lokasi keserasian sosial Rp 545 juta. Sementara dari Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, berupa bantuan 2 unit Mobil LK3 Rp 731.418.600.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati OI, H. Mawardi Yahya, Wabup HM Daud Hasyim, Asisten III Pemprov Sumsel, Ahmad Najib, Kadinsos Pemprov Sumsel, Apriyadi, Ketua DPRD OI, Iklim Cahya, Ketua Tim penggerak PKK Hj Fauziah Mawardi, jajaran Pemkab OI dan undangan. Staf Ahli Menteri Sosial, Mukman Nuryana, Bupati OI, H. Mawardi Yahya, Asisten 3 Pemprov Sumsel, Ahmad Najib melepas rombongan tim ekspedisi menuju Lampung.  (ADV)

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster