Sebagian Besar Hutan IUPHHK Dikuasai Masyarakat

 287 total views,  2 views today

Ilst. Hutan

Ilst. Hutan

PALEMBANG I KS-Sekitar 50 persen hutan produsi tetap yang telah diterbitkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK), ternyata masih diduduki atau diusahakan oleh masyarakat. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki dalam Seminar di Hotel Aryaduta, kemarin.

Saat ini, ada sekitar 1,54 juta hektar hutan yang memiliki IUPHHK. Namun, baru sekitar 750 ribu hektar yang berhasil dikelola atau diusahakan pemilik lahan. “Selebihanya, sebagian besar diduduki oleh masyarakat,” terang Ishak ketika memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Dibeberkannya, keseluruhan hutan produksi tetap di Sumsel yakni mencapai 1,9 juta hektar. Selain yang sudah memiliki IUPHHK tadi, ada sebanyak 100 ribu hektar yang sudah masuk areal pengelolaannya kedalam Hutan Berbasis Masyarakat, Hutan Tanaman Rakyat, dan Hutan Kemasyarakatan dan sudah mendapatkan izin pencadagangan.

“Berdasarkan analisis Bappenas, ada beberapa persoalan pokok yang mendasar di Indonesia dan Sumsel pada khususnya yakni tata kelola, tata ruang tenurial, manajemen hutan, dan penegakan hukum. Memang sektor kehutanan sangat kuat keterkaitannya dengan tata kelola,” tegas Ishak.

Sementara itu, Kepala Dinas kehutanan Sumsel, Sigit Wibowo mengatakan, pemanfaatan hutan produksi memang sudah diatur. Disana mereka dimanfaatkan untuk cadangan dan hutan industri. “Cadangan itu dilakukan untuk difaslitasi dan memberdayakan masyarakat untuk pengelolaan,” ujarnya.

Di sana, beber Sigit, perangkat desa memiliki hak untuk mengelola hutan. Nah, yang menjadi masalah adalah penggunaan lahan. Jika salah pengelolaan, maka akan berdampak pada emisi karbon. “Kan, pemerintah pusat sudah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon,” jelasnya.

Untuk itulah, lanjut Sigit, sebaiknya setiap pihak harus mengikuti aturan yang ada. Caranya yakni dengan disiplin mengikuti tata ruang. “Artinya, jika ini kawasan sudah ditentukan, jangan dilanggar oleh karena itu haruslah tertib akan tata ruang yang ada tersebut,” beber dia. Permasalahannya, banyak sekali pihak yang tak tertib akan tata ruang tesebut. Oleh karena itula pihaknya berupaya kembali melakukan program-program yang dapat mengembalikan fungsi sebenarnya. “Contohnya dengan rehabilitasi beberapa area dan bermitra dengan membangun HTI,” tukasnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ

EDITOR  : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster