Pemkab/Pemkot Dihimbau Dirikan Panti

 133 total views,  2 views today

Panti rehabilitasi anak Nusantara (PRAN) yang berada di Jalan Sosial KM 6 Palembang, benar-benar mengundang rasa empatik. ruangan sebesar 3x5 meter persegi yang diberi terali besi persis di penjara.

Panti rehabilitasi anak Nusantara (PRAN) yang berada di Jalan Sosial KM 6 Palembang | Bagus Park

 #Untuk Lansia dan Anak Terlantar

PALEMBANG, KS-Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menghimbau pemerintah kabupaten (pemkab)/pemerintah kota (pemkot) yang ada di wilayah Sumsel, untuk mendirikan panti bagi masyarakat yang telah Lanjut Usia (Lansia). Hal ini diungkapkan Kepala Dinsos Sumsel, Apriyadi saat diwawancarai di kantornya, kemarin.

Apriyadi mengatakan, pihaknya menghimbau pemkab dan pemkot se-Sumsel, untuk mendirikan panti bagi masyarakat yang lansia dikarenakan dinilai sangat diperlukan.

“Kita memiliki panti lansia, namun kalau untuk menampung seluruh lansia yang ada di Sumsel saya rasa tidak cukup, maka dari itu saya menghimbau agar pemkab dan pemkot, dapat mendirikan panti lansia di daerahnya masing-masing,” katanya.

Dari 17 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumsel, hanya ada satu kabupaten/kota yang baru memiliki panti lansia yaitu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Kita berikan apresiasi tinggi kepada pemkab muba karena satu-satunya kabupaten yang telah memiliki panti Lansia,” ujar Apriyadi.

Apriyadi mengungkapkan, selain menghimbau untuk mendirikan panti lansia, pihaknya juga menghimbau agar pemkab dan pemkot untuk mendirikan panti bagi anak-anak terlantar. Pasalnya saat ini, panti untuk anak-anak terlantar baru ada di Kota Palembang.

“Panti anak-anak terlantar di Kota Palembang ini saja sudah over load atau kapasitasnya telah melebih daya tampung. Jadi panti anak-anak terlantar ini juga sangat diperlukan,” ungkapnya. Di panti Lansia dan anak terlantar tersebut, para Lansia dan anak-anak terlantar akan diberikan atau diajarkan keterampilan sehingga dapat diberdayakan.

“Untuk para lansia ini kita berikan keterampilan untuk mengisi masa tua mereka, sedangkan para anak terlantar kita berikan keterampilan sehingga dapat diberdayakan dan memiliki kemampun ketika tidak berada di panti lagi,” jelas Apriyadi.

Apriyadi menambahkan, pihaknya berharap agar 16 kabupaten yang belum memiliki panti lansia maupun panti anak terlantar dapat segera merealisasikannya. “Ya, mudah-mudahan kedepan nanti semua kabupaten/kota memiliki panti,” tukasnya.

 

TEKS             : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster