Dua Kakek Renta Gagahi Bocah

 312 total views,  2 views today

Dua Kakek Bejat tersangka pencabulan bocah saat digiring petugas di Mapolsek Talang Ubi.

Dua Kakek Bejat tersangka pencabulan bocah saat digiring petugas di Mapolsek Talang Ubi.

PALI | KS-Ulah dua kakek ini sudah sangat keterlaluan. Bukannya menjaga kehormatan bocah yang pantas jadi cucunya, mereka malah berbuat tidak senonoh.

Adalah Tukiman (65) dan Djaswadi (64), keduanya warga Sumber Rejo, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Pasalnya, dua kakek ini telah melakukan perbuatan cabul terhadap korbanya Bunga (bukan nama sebenarnya).

Akibat ulahnya, kedua kakek tidak bermoral ini, ditangkap Jajaran Polsek Talang Ubi, dirumah masing-masing tanpa melakukan perlawanan, Selasa (4/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

Mereka ditangkap setelah korban (sebut saja namanya Bunga) yang masih duduk dibangku sekolah dasar ini, menyambangi Mapolsek Talang Ubi, untuk membuat laporan kepolisian.

“Aku dipaksanya pak oleh kakek itu. Waktu itu aku balik sekolah lagi lewat didepan rumahnya. Aku dipaksanya” aku Bunga.

Parahnya, salah satu dari kedua kakek renta ini justru memberitahu ibu korban kalau Bunga sudah tidak perawan lagi. Mendengar anaknya tidak perawan, ibu korban langsung menanyai Bunga. Dengan terpaksa Bunga menceritakan kalau dirinya sudah digagahi kedua kakek berbau tanah ini.

“Orang tua aku tahu sendiri Pak. Aku disuruh ngaku sambil dimarah-marahi. Jadi, aku ceritakan semuanya,” aku korban dihadapan petugas kepolisian, yang sedang memintai keterangan.

Menurut pengakuan tersangka Tukiman, aksi bejatnya itu pertama kali dilakukan tahun 2012, saat istrinya  sedang pulang kampung ke Kuto Harjo, Propinsi Jawa Tengah.

“Dia pijat aku pak, disanalah aku mulai terangsang dan aku cuba rayu dia.  Aku tidak tahu dia perawan apa tidak, tapi ada darah. Sudah tiga kali pak aku melakukannya,” aku petani ini.

Kelakuan Tukimin ini bukan cuma di pematang sawah. Ia bahkan dengan bejatnya mengulangi perbuatannya di rumah korban sendiri. “Waktu itu dia sendirian dirumah. Tapi cuma sebentar karena terburu-buru takut ketahuan kakaknya. Soalnya waktu itu kakaknya sedang tidak kerja,” ujarnya.

Sedangkan tersangka Djaswadi, yang telah memiliki 10 anak dan 15 cucu ini, juga mengaku awal dari dirinya melakukan perbuatan cabul terhadap korban tersebut. Dengan santai dan tanpa berdosa ia menceritakan pengalamannya.

Menurut Djaswadi, dirinya melihat korban yang sedang disetubuhi tersangka Tukimin di suatu semak-semak tepian sawahnya.

Dari itulah, akhirnya dirinya nekat melakukan aksi cabulnya juga hingga lima kali.

“Awalnya aku liat korban dianuinya. Disanalah, tiba-tiba beberapa hari kemudian dari itu korban lewat depan rumah, dan masuk kerumah,” akunya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi AKP Zai’an ZL, didampinggi Kanit Reskrim Ipda Roni Hermawan mengatakan, kedua tersangka akan dijerat undang-undang perlindungan anak.

“Pelaku akan kita kenakan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. Karena, korbannya sendiri masih dibawah umur,” terangnya.

 

Teks/Foto  : Indra Setia Haris

Editor          : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster