Bocah SD Tewas Diperkosa

 304 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

KAYUAGUNG I KS-Setelah sempat hilang selama 4 hari sejak Jumat (31/1) lalu, bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) bernama Nisa binti Jon (8), warga Dusun VIII Sukaramai, Desa Cengal, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya korban ditemukan tewas dengan kondisi membusuk dan berulat, Selasa (4/2) sekitar pukul 15.00 WIB.

Diduga, sebelum dibunuh korban diperkosa terlebih dahulu karena berdasarkan hasil visum pada kemaluan korban ada luka robek akibat benda tumpul. Selain itu, korban juga menderita beberapa luka memar pada tubuhnya seperti di bagian kepala kiri dan kanan korban terdapat luka remuk akibat benturan benda tumpul.

Setelah dilakukan visum di RSUD Kayuagung, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Polisi juga masih memburu pelaku yang diduga melakukan pesugihan lantaran sebelumnya juga pernah terjadi kasus serupa dimana korbannya juga tewas setelah sempat hilang beberapa hari sebelumnya.

Menurut warga setempat, korban Nisa binti Jon sebelumnya sempat hilang selama 4 hari dan akhirnya ditemukan di semak-semak desa setempat dengan kondisi sudah tidak bernyawa. “Kami menduga ada warga sini yang melakukan pesugihan dan korban merupakan tumbalnya. Kami minta polisi dapat mengusut tuntas kasus dan dalang dibalik peristiwa ini,” harap Mat Sodri, warga setempat.

Warga juga akan bertindak sendiri jika aparat penegak hukum tidak cepat membongkar kasus ini. “Bila perlu kami akan bertindak sendiri jika mengetahui pelaku pembunuhannya,” tegas warga sembari meminta polisi untuk cepat menindaklanjuti kasus pembunuhan tragis ini.

Kapolres OKI, AKBP Erwin Rachmat didampingi Kasat Reskrim AKP H Surachman dan Kapolsek Cengal, Iptu Darmanson membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Korban sempat hilang beberapa hari dan setelah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Korban merupakan korban pembunuhan karena pada tubuh korban terdapat luka memar serta pada kemaluan korban rusak diduga diperkosa,” ujar Kapolres, Rabu (5/2).

Mengenai adanya pesugihan, pihaknya sejauh ini belum mengetahuinya lantaran pelaku yang diduga melakukan aksi kejam tersebut masih diburu. “Belum tahu motifnya, nanti setelah pelakunya kita tangkap baru diketahui apa dibalik peristiwa pembunuhan yang disertai pemerkosaan ini,” tandasnya seraya mengaku kepada warga untuk tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat main hakim sendiri.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster