Pabrik Kompos Terbengkalai

 181 total views,  2 views today

Ilustrasi Kompos | Net

Ilustrasi Kompos | Net

BANYUASIN, KS – Pabrik Kompos di Kelurahan Stereo, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin yang berdiri tahun 2007 silam, kondisinya saat ini terbengkalai. Pantauan Kabar Sumatera, kondisi pabrik tersebut dipenuhi semak belukar. Beberapa mesin pembuat kompos di dalam pabrik, juga terlihat berkarat dan keropos.

Supardi, salah satu warga yang bermukim tepat dibelakang lokasi pabrik kompos tersebut ketika dibincangi, Selasa (4/2), mengaku pabrik tersebut sudah lama terbengkalai. Menurutnya, pabrik tersebut sudah tidak beroperasi lagi.  “2007 lalu, pabrik ini sempat beroperasi. Namun langsung di stop warga,  karena masyarakat sejak awal menentang keberadaan pabrik tersebut,” kata Supardi.

Keberadaan pabrik tersebut, tidak didukung oleh warga karena menimbulkan suara bising. Selain itu, juga menimbulkan bau menyengat dari pengolahan sampah menjadi kompos, serta menganggu kesehatan masyarakat.

Menurutnya pabrik yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, dengan dana ratusan juta rupiah itu, menjadi sia-sia karena dibangun di lokasi yang tidak tepat. Sebab pabrik itu, justru dibangun jauh dari tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kalau  dibangun di dekat TPA, tentu hasilnya akan lebih baik. Ini malah dibangun ditengah pemukiman warga, bahkan dekat dengan SMK PGRI. Karenanya, warga menentang pabrik tersebut, sehingga sampai saat ini terbengkalai,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kondisi pabrik tersebut saat ini malah bikin suasana permukiman terlihat angker. “Banyak alat-alat di dalam pabrik itu dicuri, karena sejak berhenti beroperasi, peralatannya diterlantarkan begitu saja,” bebernya.

Namun, jika pabrik tersebut kembali akan dioperasikan oleh Pemkab Banyuasin, warga sekitar tegasnya, akan tetap menentang.”Sebab limbah cair hasil pengolahan sampah, bisa saja mencemari sumur warga. Padahal dari air sumur lah, warga mengantungkan kebutuhan air bersih,” ungkapnya.

Terpisah, Lurah Stereo, Zainul Iksan, membenarkan jika di wilayahnya terdapat pabrik pengolahan sampah yang kondisinya terbengkalai, akibat tidak dif ungsikan lagi, sehingga dan mesin-mesinya menjadi barang rongsokan

Namun ia mengaku, tidak mengetahui siapa pemilik proyek itu, karena pengadaan proyek itu sebelum Kelurahan Seterio berdiri. “Kalau keberadaannya memang terletak di wilayah kami, tapi siapa pemilik proyeknya dan status lahannya saya tidak tahu sama sekali,” tegasnya.

Dijelaskannya, berdasarkan pantauan dari masyarakat pada saat proyek akan beroperasi, sempat ada penolakan masyarakat setempat. Pasalnya, dampak lingkungan seperti limbah, dan aroma yang busuk. Alasan itulah menyebabkan masyarakat menolak keberadaan pabrik tersebut.

“Mestinya harus ada rencana yang matang,  jangan asal-asalan saja, sayang jika tidak ada manfaatnya,” sambungnya.

Sementara, BLH Banyuasin, sampai berita ini diturunkan belum bisa di konfirmasi. Kepala BLH Banyuasin, Ir Madian saat coba ditemui di kantornya, tidak ada. Handphone nya yang coba dihubungi, juga dalam keadaan tidak aktif.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster