KPU Muaraenim Mencekam

 278 total views,  2 views today

Tampak simulasi pengamanan pemilu legislatif dan presiden dilakukan oleh Polres Muaraenim.

Tampak simulasi pengamanan pemilu legislatif dan presiden dilakukan oleh Polres Muaraenim.

*Aparat Keamanan dan Massa Bentrok

MUARAENIM I KS – Ratusan massa mengepung kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muaraenim, Selasa (4/2). Pantauan Kabar Sumatera, kondisi mencekam sangat terasa. Pasukan keamanan dari Polres Muaraenim pun terus bersiaga.

Massa pendukung salah satu calon anggota legislatif (caleg) ini, terus mencoba masuk ke kantor KPU Muaraenim. Mereka pun mencaci maki komisioner KPU Muaraenim, dan menuding KPU tidak independen.

Walau coba ditenangkan oleh aparat keamanan, namun suasana kian memanas. Karena terus tertahan di depan kantor KPU akibat di blokade aparat kepolisian, ratusan massa itu mencoba menerobos blokade aparat keamanan.

Kondisi yang kian tidak terkendali itu, memaksa aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas dengan menembakan gas air mata.  Akibatnya, massa pun kocar-kacir. Kejadian tersebut, bukanlah kejadian sesungguhnya. Kejadian itu, hanyalah simulasi pengamanan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) yang dilaksanakan oleh Polres Muaraenim.

Kepala Polres Muaraenim, AKBP Mohamad Aris menyebut, simulasi itu untuk menguji kesiapan pengamanan Pileg di Muaraenim. “Kita sudah siap melakukan pengamanan di Pileg, 9 April mendatang,” kata Aris.

Ia menyebut, untuk pengamanan di Pileg mendatang, Polres akan dibantu oleh TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Linmas. “Wilayah tanggung jawab pengaman kita ada di dua kabupaten yakni Muaraenim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Ada 754 personil yang akan kita terjunkan, dibantu 6 ribu Linmas,” bebernya.

Untuk anggaran pengamanan sambungnya, diprakirakan mencapai Rp 2,9 miliar. Namun informasi yang ia dapat sebut Aris, dana untuk pengamanan yang disetujui hanya Rp 1,4 miliar.

Dengan anggaran yang terbatas tersebut sambungnya, tentu sedikit banyak mempengaruhi pengamanan. Namun hal itu tegas Aris, tidak bisa dijadikan alasan oleh Polres Muaraenim. Polres tegasnya, akan tetap maksimal melakukan pengamanan saat Pileg mendatang di Muaraenim.

“Kita siap tidak siap, harus siap, bila perlu kita harus menggunakan gaji dan uang lauk pauk. Begitupun dengan Linmas, sampai sekarang anggarannya juga belum turun, jadi harus benar-benar siap,” ujarnya.

Ketika ditanya masalah kerawanan, Aris mengatakan, saat ini tidak ada lokasi atau Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan tindak pidana. Namun sambungnya, ada beberapa TPS yang lokasinya jauh dan sulit dijangkau.

Aris pun menjamin, semua anggota Polri di wilayah hukum Muaraenim akan netral dalam Pileg mendatang. “Jika ada anggota kita yang tidak netral atau terlibat politik praktis, kita tidak akan segan akan memberikan sanksi disiplin dan kode etik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar, berharap pelaksanaan Pileg di Muaraenim, 9 April mendatang bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan keamanan. Menurutnya, pemkab dan petugas keamanan tidak akan melarang masyarakat untuk berkumpul dan menyampaikan pendapatnya.

Sebab jelasnya, itu dijamin Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. “Namun menyampaikan pendapat tersebut, dengan cara-cara sesuai aturan. Kita berharap pelaksanaan Pileg di Muaraenim bisa berjalan demokratis, dan kondusif. Namun sukses atau tidaknya, juga tergantung dari masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menghimbau, masyarakat jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. “Pihak tertentu kita juga minta, tidak memancing dan memperkeruh suasana,” tukasnya.

 

TEKS               : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster