Kendaraan Mewah Naik Harga

 188 total views,  2 views today

2014, Ducati Luncurkan  3 Motor Baru. foto Bagus Kurniawan

Ducati. | Foto Bagus Kurniawan

PALEMBANG KS – Beban Pajak Pertambahan Nilai dan Barang Mewah (PPnBM) yang semual hanya 75 persen naik menjadi 125 persen pada awal tahun 2014. Keadaan ini membuat semua perusahaan otomotif berbondong-bondong menaikkan harga khusus untuk Kendaraan mewah.

Seperti PT Supermoto Indonesia, main delaer Ducati Palembang yang menaikkan harga Rp 25 juta – Rp 50 juta per unit. Branch Manager PT Supermoto Indonesia Palembang, M Nizam mengatakan, kenaikan harga ini dilakukan untuk menutupi beban tersebut pihaknya terpaksa menaikkan harga jual.

“Dengan kenaikkan ini, cost yang kami keluarkan jauh lebih besar, Kalau sebelum ada kenaikkan PPnBM hanya dibebankan dikisaran Rp 45 juta perunit tapi setelah mengalami kenaikkan menjadi Rp 70 juta – Rp 90 juta per unit,” ujarnya.

Dampak dari kenaikkan ini, ia memprediksi bakal terjadi penurunan permintaan. “Tapi harus bagaimana lagi, kalau tidak naikkan harga kita rugi,” keluhnya. Seraya berkata dampak dari naiknya harga ini bisa menurunkan market sales yang diperkirakan penurunan bisa mencapai 30 persen.

Dikatakannya, sejak grand opening di Palembang pada 9 September 2013 lalu hingga saat ini pihaknya telah menjual sebanyak 15 unit motor Ducati. “Padahal kami belum terlalu gencar promosi. Kedepan kami yakin sales bisa lebih besar seandainya promosi kami bisa lebih kencang,” ungkapnya.

Potensi pasar di Sumsel kata dia, sangat besar sebab konsumen tak hanya dalam kota tetapi di kabupaten-kabupaten lain. “Konsumen kami justru banyak dari luar Palembang seperti dari lahat dan Muara Enim,” tukasnya.

Branch Manager PT Tunas Auto Graha Palembang, Hadi Maryanto mengatakan, produk pihaknya yang terkena kebijakan tersebut hanya Land Cruiser (LC). “Tapi hingga saat ini harga kami masih normal yakni Rp 1,6 miliar per unit,” ungkapnya.

Tapi kedepan lanjutnya, pasti akan dilakukan penyesuaian harga. “Untuk saat ini belum,” tegasnya. Dikatakannya, khusus di Palembang pihaknya bisa menjual LC rata-rata 3 unit per bulan. “Permintaanya memang tidak sebanyak seperti produk lain sebab harganya memang mahal,” paparnya.

Sementara itu, Marketing dan Sales Fleet SPV Top cars Palembang, Akhyar Setiadinata mengaku, pihaknya juga melakukan penyesuaian harga dikisaran Rp 90 juta – Rp 100 juta per unit. “Kami juga terpaksa ikut sesuaikan harga. Sebenarnya harga unit tetap tapi pajak yang dibebankan ke konsumen yang naik,” ujarnya.

Diprediksi akibat kenaikkan tersebut tahap awal sales bakal turun hingga 50 persen. “Tapi paling dua-tiga bulan setelah itu kami yakin sales akan kembali stabil lagi,” imbuhnya.

 

TEKS        : ROMI MARADONA

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster