Dana Serifikasi di Banyuasin Belum Dibayarkan

 249 total views,  2 views today

 

Dana Serifikasi di Banyuasin Bulan November 2012 Belum Dibayarkan

BANYUASIN KS – Dana sertifikasi guru di Banyuasin bulan November tahun 2012 lalu, hingga saat ini belum dicairkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banyuasin.

Salah satu Guru di kecamatan Talang Kelapa yang enggan disebutkan namanya mengaku, aneh, karena pada tahun 2012 tersebut, hanya bulan November yang belum mereka terima. Sementara, bulan lainnya, serta dana sertifikasi sepanjang tahun 2014 sudah mereka terima.

“Kami heran juga, kenapa hanya 1 bulan itu yang nyangkut, padahal bulan lainnya sudah dibayarkan,”  ucap guru tersebut.

Dikatakannya, Disdik Kabupaten Banyuasin, pernah menjanjikan akan mempertanyakan masalah tersebut ke Kementerikan Pendidikan Republik Indonesia, namun kabar kelanjutannya tidak diketahui sampai sekarang.

“Biasanya pembayaran uang sertifikat guru pengajar dibayar per tiga bulan sekali, atau bisa dibayar akhir tahun, tapi setelah berakhirnya tahun 2012 tak kunjung dibayar,” katanya.

Selain itu dia mengatakan, jika memang ada kesalahan di administrasi pastinya tahun ini akan diperbaiki. “Tapi hampir seluruh tenaga pendidik di kecamatan ini di tahun 2012 belum menerima dana sertifikasi itu,” katanya.

Sementara, Sekretaris Disdik Banyuasin, Zulkarnain SH Msi melalui Kasi Pengembangan dan Pembangunan, Taryo membenarkan jika masih ada 1 bulan dana sertifikasi yang seharusnya didapatkan guru bersertifikasi masih belum dicairkan.

“Dan itu bukan kesengajaan Disdik Banyuasin, namun penundaan pencairan itu instruksi langsung dari kementerian.  Dimana diminta ditunda dulu pencairannya,” kata Taryo ketika dikonfirmasi.

Diterangkannya, jika penundaan diberlakukan untuk guru sertifikasi karena anggaran di tahun 2012 memang kurang. Dimana, ada 1800 guru yang dananya harus dicairkan dengan alokasi dana sekitar Rp 5,7 Milyar.

“Ini sedang dalam tahap pencairan, saat ini sedang dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kayuare Kuning, semua guru dikumpulkan disana. Jika hasil audit guru yang bersangkutan layak dicairkan, maka guru itu dapat. Kemungkinan, guru yang bingung itu tidak membaca edaran yang kita keluarkan sebelumnya. Namun wajar jika mereka bertanya, karena itu memang hak mereka,” pungkasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR     : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster