Relawan Harus Kuasai Medan

 187 total views,  2 views today

ILst. Antarafoto.com

Ilst. Antarafoto.com

PALEMBANG, KS – Dinas Sosial (Dinsos) Sumatera Selatan (Sumsel) menilai korban yang berjatuhan pasca erupsi awan panas Gunung Sinabung, Sumatera Utara, tidak perlu terjadi jika di dukung koordinator yang menguasai medan dan emosional masyarakat setempat.

Kepala Dinsos Sumsel, Apriadi mengaku prihatin dengan bencana alam yang menewaskan belasan masyarakat yang berada dalam radius terjadinya erupsi tersebut. “Seharusnya tidak perlu terjadi. Permasalahannya, masyarakat kita duga tidak sabar. Mereka ingin secepatnya kembali kerumah tanpa menghiraukan akibat yang ternyata sangat fatal. Apalagi rumah mereka berada sangat dengan erupsi tersebut. Radiusnya hanya tiga kilometer,” kata Apriadi di Griya Agung, Senin (3/2).

Ia juga menilai, di lapangan juga diperlukan sistem manajerial yang baik dalam penanggulangan bencana alam. Setidaknya masing masing desa memiliki satu koordinator yang dianggap cakap. Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, siapapun pasti akan panik dan berusaha menyelamatkan diri mereka masing-masing.

“Disinilah peranan koordinator atau manajer tersebut. Dia (koordinator) itu, yang memberitahukan dan mampu mengendalikan emosi warga, untuk tidak gegabah dan panik. Ini yang seharusnya dilakukan oleh semua relawan ataupun petugas Taruga Siaga Bencana (Tagana) dimanapun berada,” tegas dia.

Untuk di Sumsel sendiri, lanjutnya, semua relawan, Tagana ataupun anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) wajib memiliki keterampilan yang didapat dari sejumlah pelatihan. “Mudah-mudahan, jika kita diturunkan ke lokasi bencana, semuanya bisa kita koordinir dengan baik,” katanya.

Khusus bencana di Gunung Sinabung, Pembina Tagana Sumsel ini pun mengaku siap turun dan membantu korban dan anggota Tagana di Indonesia, yang terlebih dahulu berada di lokasi. “Relawan kita sangat siap jika diminta untuk turun kapan saja,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Direktur Bencana Alam Pusat, Margono terkait kesiapan Tagana Sumsel untuk terlibat dan diterjunkan membantu korban erupsi tersebut.

“Dari pusat, sejumlah logistik sudah didistribusikan. Masing-masing kabupaten/kota juga sudah melakukan apel siaga, jika sewaktu-waktu diminta untuk segera berangkat, langsung kita laksanakan,” katanya.

Terkait bencana alam banjir yang terjadi di Sumsel sendiri, diakui Apriadi sudah mengalami penurunan. Kekhawatiran masyarakat jika terjadi kekurangan bahan makanan, tidak akan terjadi mengingat Sumsel memiliki cadangan (buffer) stok sebanyak 5 ton. “Untuk masing-masing kabupaten kita, juga menyimpan 100 ton,” ucapnya.

 

Koordinator Tagana Sumsel, Sumarwan menegaskan jika Tagana Sumsel siap diturunkan dan diperbantukan ke wilayah bencana jika ada perintah dari Kementerian Sosial dan Gubernur Sumsel.

“Secara kemanusiaan, Tagana siap ditempatkan dimana pun dan kapan pun diminta untuk berangkat, mengingat komando kita berada di tangan Kementerian dan Gubernur,” tegas Sumarwan.

Hingga saat ini, jumlah Tagana di Sumsel sebanyak 759 anggota yang tersebar di seluruh kabupaten-kota sumsel. Berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat daerah yang terjadi banjir seperti di OKI, OKU Timur, Muratara, Muaraenim dan Ogan Ilir.

“Untuk Muratara terdapat tiga kecamatan yang banjir, OKI ada 4 kecamatan, Muaraenim tujuh kecamatan dan empat kecamatan lagi di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Namun yang terparah ada di MuaraKuang,  Ogan Ilir (OI),” bebernya.

Agar lebih maksimal, pihaknya bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam memberikan bantuan seperti beras, mie instan dan lain sebagainya.

 

TEKS               : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster